Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen pada Juli 2026 turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya menjadi 116,8. Meski masih berada di zona optimstis, tingkat keyakinan konsumen ini menjadi yang terlemah sejak Oktober 2025.
"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga," demikian penjelasan BI dalam hasil survei IKK pada Senin (10/8).
Meski melemah, angka IKK di atas level 100 menunjukkan bahwa konsumen tetap optimistis terhadap kondisi perekonomian.
Adapunpenurunan IKK terjadi seiring melemahnya baik persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) terpantau turun menjadi 107,9 pada Juli 2026 dari 109,2 pada bulan sebelumnya, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun menjadi 125,7 dari 126,4.
BI mencatat persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat, tetapi mengalami penurunan. IKE Juli 2026 sebesar 107,9 masih berada pada level optimistis.
Penurunan IKE tercermin pada tiga komponennya. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) turun menjadi 118,5 dari 119,8, sedangkan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) turun menjadi 101,1 dari 101,8. Adapun Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) turun menjadi 104,1 dari 105,9.
Dari sisi lapangan kerja, persepsi responden berpendidikan SMA terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini menurun dan masih berada dalam level pesimistis. Sebaliknya, responden berpendidikan akademi/diploma, sarjana, dan pascasarjana mencatatkan peningkatan indeks masing-masing menjadi 106,2, 114,5, dan 101,7.
Berdasarkan usia, indeks ketersediaan lapangan kerja masih berada di zona optimistis untuk kelompok usia 20-40 tahun. Sementara kelompok usia di atas 41 tahun berada di level pesimistis.
Ekspektasi Enam Bulan ke DepanEkspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang juga sedikit melemah. IEK Juli 2026 tercatat 125,7, turun dari 126,4 pada Juni 2026. Meski demikian, ekspektasi konsumen masih kuat dan berada pada level optimistis. Kondisi tersebut ditopang oleh ekspektasi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta kegiatan usaha.
Masing-masing indeks tercatat 133,6 untuk ekspektasi penghasilan, 123,1 untuk ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan 120,4 untuk ekspektasi kegiatan usaha.
BI mencatat, sebagian besar wilayah mengalami peningkatan IEK. Namun, penurunan di sejumlah kota, terutama Bandung, Pontianak, dan Samarinda, membuat IEK secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari kondisi keuangan rumah tangga, BI mencatat rata-rata proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi pada Juli 2026 sebesar 72,7%, sedikit turun dari 73,0% pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, proporsi pendapatan untuk pembayaran cicilan atau utang meningkat menjadi 10,5%, dari 10,0% pada Juni 2026. Adapun proporsi pendapatan yang disimpan relatif stabil, yakni 16,8%, dibandingkan 17,0% pada bulan sebelumnya.




