Porsi Latihan Kunci Pembinaan Pesepak Bola Junior

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Mencetak pesepak bola hebat tidak cukup dengan membuat anak berlatih sebanyak mungkin. 

Di balik perkembangan seorang pemain muda, ada satu hal yang tak kalah penting yakni mengatur porsi latihan dengan tepat.

Terlalu sedikit latihan bisa membuat perkembangan pemain berjalan lambat. Sebaliknya, latihan yang berlebihan tanpa memperhatikan usia, pertumbuhan, dan waktu pemulihan justru dapat menjadi bumerang.

Karena itu, pembinaan sepak bola usia dini kini semakin menekankan kualitas latihan, bukan sekadar mengejar banyaknya waktu di lapangan.

1. Porsi Latihan Sesuai Usia

Mengutip laman resmi FIFA, program pengembangan talenta FIFA (FIFA Talent Development) menempatkan latihan yang konsisten, berkualitas, dan sesuai usia sebagai bagian penting dalam proses pembentukan pemain. 

Pengembangan juga diarahkan untuk berlangsung dalam jangka panjang, bukan hanya mengejar kemenangan dalam pertandingan usia muda.

Di level usia dini, porsi latihan tidak bisa disamaratakan. Anak berusia 8 tahun tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan pemain berusia 14 atau 15 tahun.

Selain usia, pelatih perlu melihat tahap pertumbuhan, kemampuan fisik, pengalaman bermain, jadwal pertandingan hingga kondisi pemain setelah menjalani latihan.

IOC melalui konsensus mengenai pengembangan atlet muda (IOC Consensus Statement on Youth Athletic Development, British Journal of Sports Medicine), menekankan pentingnya program latihan yang sesuai usia dan tahap perkembangan. Variasi latihan serta waktu pemulihan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

Artinya menambah jam latihan bukan jaminan seorang pemain akan berkembang lebih cepat.

Justru, sesi latihan yang terencana dan memiliki tujuan jelas bisa memberikan dampak lebih besar bagi perkembangan pemain muda.

2. Pengembangan Teknik

Sepak bola adalah permainan keterampilan. Karena itu, pemain usia dini membutuhkan kesempatan sebanyak mungkin untuk belajar dengan bola.

Mengontrol bola, menggiring, mengoper, menerima umpan, melewati lawan hingga mengambil keputusan dalam permainan menjadi bagian yang harus terus diasah.

FIFA menempatkan pengembangan teknik sebagai salah satu komponen penting dalam pembinaan talenta. Pemain muda membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka mendapatkan pengalaman latihan dan pertandingan secara berkelanjutan.

Di sinilah peran pelatih menjadi sangat penting. Sesi latihan tidak seharusnya hanya diisi aktivitas fisik. Anak harus mendapatkan kesempatan bermain, bereksperimen, melakukan kesalahan, kemudian mencoba memperbaikinya.

Sebab, kemampuan mengambil keputusan tidak lahir hanya dari instruksi pelatih. Pemain juga perlu belajar melalui pengalaman langsung di lapangan.

3. Perhatian Khusus Untuk Anak Usia 12-15 tahun

Memasuki usia 12 hingga 15 tahun, struktur pembinaan mulai menjadi lebih serius.

FIFA dalam pengembangan program akademinya pernah menyoroti pentingnya waktu kontak yang cukup bagi pemain dalam rentang usia tersebut. 

Mantan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger dalam laman resminya (FIFA – Arsene Wenger Outlines Global FIFA Academies Plan), menyebut lima kali latihan dan satu pertandingan dalam sepekan sebagai gambaran waktu kontak yang dibutuhkan untuk pengembangan talenta pada usia 12-15 tahun.

Namun, angka tersebut tidak berarti setiap pemain harus mendapatkan porsi yang persis sama.

Kondisi fisik, tingkat kematangan, jadwal sekolah, kualitas latihan dan kebutuhan pemulihan tetap harus diperhitungkan.

Artinya, angka latihan harus menjadi bagian dari perencanaan, bukan target yang dikejar secara membabi buta.

4. Pentingnya Pemulihan

Ada satu hal yang kerap terlupakan dalam pembinaan pemain muda yakni istirahat.

Padahal, tubuh anak sedang berada dalam fase pertumbuhan. Beban latihan dan pertandingan yang terlalu tinggi tanpa pemulihan memadai dapat meningkatkan risiko masalah akibat penggunaan berlebihan.

IOC menekankan bahwa program latihan atlet muda perlu mempertimbangkan beban aktivitas sekaligus waktu pemulihan. Beban juga harus disesuaikan dengan perubahan pertumbuhan dan kematangan setiap pemain.

Karena itu, pelatih dan orang tua tidak seharusnya hanya melihat seberapa banyak anak berlatih.

Kualitas tidur, kondisi tubuh, keluhan nyeri, tingkat kelelahan dan perubahan performa juga perlu menjadi perhatian.

5. Latihan Neuromuskular

Pembinaan usia dini juga membutuhkan pendekatan fisik yang tepat.

Latihan kekuatan, keseimbangan, koordinasi dan kontrol gerak tetap dapat diberikan kepada pemain muda. Namun, bentuk serta intensitasnya harus disesuaikan dengan usia dan tingkat kematangan.

IOC merekomendasikan latihan neuromuskular yang mencakup unsur kekuatan, keseimbangan, daya tahan dan kontrol gerak sebagai bagian dari pengembangan atlet muda sekaligus upaya mengurangi risiko cedera.

Dengan pendekatan tersebut, latihan fisik bukan untuk membuat anak sekadar terlihat kuat, melainkan membantu mereka bergerak lebih baik dan siap menghadapi tuntutan permainan.

6. Kontrol Heading

Aspek lain yang mendapat perhatian dalam sepak bola usia muda adalah heading.

UEFA.com dalam artikel berjudul UEFA Youth Heading Guidelines menjelaskan panduan mengenai latihan heading untuk pemain muda. Pedoman tersebut mempertimbangkan faktor seperti usia pemain, ukuran dan tekanan bola, serta bagaimana latihan heading diperkenalkan secara bertahap.

Pesannya jelas, perkembangan teknik tetap penting, tetapi keselamatan pemain harus berada di dalam perencanaan latihan.

Pada akhirnya, pembinaan pesepak bola usia dini bukan perlombaan mencari pemain yang paling banyak menghabiskan waktu di lapangan. Yang lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan.

FIFA, IOC dan UEFA sama-sama memberikan penekanan pada pendekatan pembinaan yang terstruktur, sesuai usia, memperhatikan perkembangan pemain dan mengutamakan keberlanjutan.

Sebab, bintang sepak bola masa depan tidak selalu lahir dari pemain yang berlatih paling keras.

Mereka bisa lahir dari pemain yang berlatih dengan tepat, berkembang secara bertahap, dan tetap menikmati permainan.

Sumber: FIFA/ IOC / UEFA


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KUHP-KUHAP Baru Dikenalkan ke Gen Z, Kemenkum Jabar Gelar Kompetisi
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ancaman Kekeringan Akibat El Nino, Guru Besar ITS Ingatkan Warga Hemat Air
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ciuman 6 Detik Bisa Bantu Perkuat Kedekatan dengan Pasangan! Ini Penjelasannya
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Perjuangan Padamkan Api yang Membara di Taman Nasional Bromo Tengger
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang HUT RI ke-81, Pasutri Gen Z di Semarang Raup Cuan dari Bisnis Bendera
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.