JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengenang masa mudanya saat menjadi aktivis mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Cerita itu disampaikan Jumhur ketika keduanya menghadiri Deklarasi Nasional Peluncuran Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).
Jumhur awalnya berseloroh bahwa tiga tokoh yang menjadi penggerak acara tersebut merupakan alumni ITB.
Baca juga: Menteri Jumhur: Jangan Membelakangi Sungai, Jadikan Sungai di Hadapan Kita
Namun, ia menyebut dirinya berbeda karena tidak menyelesaikan kuliah di kampus tersebut.
"Tiga yang menjadi penggerak acara ini, tiga-tiganya lulusan, apa, bukan lulusanlah, alumni ITB ya, karena saya enggak lulus," kata Jumhur.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam gerakan aktivisme mahasiswa menjadi salah satu alasan dirinya tidak menyelesaikan kuliah di ITB.
Baca juga: Alasan Transportasi Kepulauan Seribu Dikelola PT Transjakarta, Pramono: Tarif Lebih Murah
Jumhur menyebut Pramono sebagai salah satu sosok yang saat itu mengajarkan gerakan melawan otoritarianisme dan memperjuangkan demokrasi.
"Penyebab saya enggak lulus ya Pak Pram ini, karena diajarin untuk melawan otoritarianisme atau gerakan pro-demokrasi," ujarnya sambil berkelakar.
Jumhur kemudian mengenang aksi mahasiswa ITB yang terjadi pada 1987. Saat itu, ratusan mahasiswa ITB melakukan aksi di gedung DPR-MPR.
Baca juga: Pramono Denda Rp 5 Juta Pelaku Usaha Pembuang Sampah Sembarangan: Kalau Diulangi, Akan Ditutup
Menurut Jumhur, aksi tersebut dilakukan secara terorganisir. Para mahasiswa awalnya masuk ke kawasan gedung DPR-MPR secara terpisah sebelum kemudian berkumpul pada waktu yang telah ditentukan.
"Jadi masuknya sendiri-sendiri, Pak. Kita rapat dulu, tapi bapaknya nyaru-nyaru jalan masuk. Pada jam tertentu, sret, kumpul di sana, gelar spanduk: 'Tangan besi bukan sarana demokrasi'," kata Jumhur.
Ia menyebut aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan mahasiswa untuk melawan pemerintahan yang otoriter dan mendorong demokrasi.
Baca juga: Profil Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup yang Dulu Aktivis ITB
Jumhur juga menceritakan kejadian lucu saat aksi tersebut. Beberapa mahasiswa disebut sempat salah masuk gedung karena mengira gedung Jakarta Convention Center (JCC) sebagai gedung DPR-MPR.
"Ada beberapa yang nyasar ke gedung ini, Pak, JCC. Sama-sama bundar soalnya," ujarnya.
Jumhur kemudian mengatakan perjalanan dirinya dan Pramono setelah menjadi aktivis mahasiswa berbeda.





