BPS Soroti Lonjakan Harga Daging Ayam Ras dan Daging Sapi di Sejumlah Daerah

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan harga daging ayam ras meluas di banyak daerah, sementara harga daging sapi secara nasional tercatat sudah melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP).

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa komoditas daging ayam ras dan daging sapi menjadi dua bahan pokok yang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah yang mencatatkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

BPS memaparkan bahwa harga rata-rata nasional untuk daging ayam ras saat ini berada di angka Rp 39.712 per kilogram.

Meski posisi harga tersebut masih berada sedikit di bawah ambang HAP, laju peningkatannya tergolong sangat cepat dan kenaikan IPH-nya sudah meluas ke 188 kabupaten/kota.

Sejumlah wilayah bahkan mencatatkan lonjakan harga yang tergolong ekstrem. Di Kabupaten Bangka Selatan, perubahan IPH daging ayam ras menembus angka 34,58 persen, sedangkan di Kota Binjai lonjakannya mencapai 29,78 persen dengan harga yang sudah berada 5 persen di atas HAP.

Lonjakan harga daging ayam di daerah umumnya dipicu oleh dinamika pasokan serta lonjakan permintaan pasar. Di Bangka Selatan, kenaikan harga terjadi karena masyarakat beralih mengkonsumsi ayam akibat cuaca buruk yang mengganggu aktivitas nelayan, sementara di Binjai dipicu oleh kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pascalibur sekolah.

Selain pergerakan harga ayam ras, BPS memberi catatan khusus pada komoditas daging sapi. Pada minggu pertama Agustus 2026, rata-rata harga daging sapi secara nasional tercatat menyentuh angka Rp 143.137 per kilogram, angka yang sudah berada jauh di atas kisaran HAP.

Tekanan harga daging sapi yang paling tinggi terpantau di beberapa daerah seperti Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Melawi, di mana harga jualnya melonjak hingga belasan hingga puluhan persen di atas HAP.

BPS menekankan agar pemerintah daerah terkait segera melakukan intervensi pasar guna meredam laju kenaikan harga tersebut.

Secara keseluruhan BPS mencatat 161 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, dan 65 kabupaten/kota mengalami kenaikan.

Artinya, secara keseluruhan jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH masih lebih banyak dibandingkan daerah yang mengalami kenaikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Kelurahan Makassar Jadi Pilot Project Sadar HAM, Appi Harap Direplikasi ke 153 Kelurahan
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Mensesneg Tanggapi Isu Demo Besar Agustus: Everything is Oke
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang Sidang Perdana, Yaqut: Semua yang Benar Akan Kelihatan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
PBB: Yaman Hadapi Risiko Perang Besar sejak Gencatan Senjata 2022
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Dinilai Perlu Cermati Pemanfaatan Teknologi Digital Tiongkok dalam Pengembangan Kawasan
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.