Proyek 3 Kapal Pelni Rp4,5 Triliun Uji Kemampuan Galangan Nasional

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp4,5 triliun menjadi momentum bagi industri galangan kapal nasional untuk membuktikan kapasitasnya. Institusi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menilai proyek tersebut dapat menguji kemampuan galangan dalam membangun kapal modern berstandar internasional.

Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan pembangunan tiga kapal baru Pelni perlu menjadi implementasi penguatan industri galangan kapal nasional. Menurut dia, proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan penambahan armada, tetapi juga peluang meningkatkan kemampuan industri perkapalan dalam negeri.

Baca Juga
  • Klaim Asuransi Kapal Rp 5,65 Miliar Dibayar BRI Insurance, Dukung Pemulihan Bisnis Nasabah
  • Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Evakuasi KM Mutiara Sentosa II yang Terbakar

"Proyek pembangunan tiga kapal baru Pelni harus menjadi implementasi nyata dari arahan Presiden Prabowo tersebut," ujar Anita, Senin (10/8/2026).

Anita mengatakan Presiden Prabowo meminta penyusunan rencana pengembangan armada nasional agar semakin banyak pengiriman logistik dilakukan oleh kapal berbendera Indonesia. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri galangan kapal nasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Hal itu sejalan dengan kondisi saat ini, ketika sekitar 95 persen pengangkutan barang Indonesia masih menggunakan kapal berbendera asing.

"Bahkan CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan arahan presiden mencakup pengembangan armada nasional dan peningkatan kemampuan galangan kapal, baik BUMN maupun swasta agar mampu membangun kapal berstandar internasional," lanjut Anita.

Menurut Anita, Indonesia perlu membuktikan kemampuan tidak hanya dalam mengoperasikan kapal, tetapi juga membangun kapal modern dengan kualitas yang dapat bersaing di pasar internasional. Karena itu, proyek tiga kapal Pelni dinilai menjadi kesempatan untuk menguji kapasitas galangan kapal nasional.

Anita mengatakan, keterlibatan perusahaan Italia dalam penyusunan desain kapal tidak menjadi hambatan bagi pembangunan kapal di Indonesia. Dalam industri perkapalan global, penyedia desain dan galangan pembangun kapal merupakan dua entitas yang berbeda.

"Selama memenuhi spesifikasi teknis, standar keselamatan, dan persyaratan klasifikasi internasional, pembangunan kapal dapat dilaksanakan oleh galangan nasional," sambung Anita.

Iperindo berharap Danantara sebagai pemegang saham strategis BUMN dapat memastikan proyek pembangunan tiga kapal Pelni memberikan dampak terhadap penguatan industri maritim nasional. Menurut Anita, proyek tersebut dapat menjadi langkah konkret untuk memperkuat armada nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kapal berbendera asing.

"Iperindo akan mendukung keberhasilan pembangunan tiga kapal baru Pelni di Indonesia. Ini kesempatan emas menunjukkan kemampuan industri galangan kapal Indonesia kepada bangsa sendiri," tegas Anita.

Sejumlah galangan kapal nasional, lanjut Anita, telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kapal tersebut. Industri galangan kapal nasional memiliki kapasitas membangun hingga sekitar 1.200 unit kapal per tahun.

Kapasitas tersebut didukung fasilitas reparasi sekitar 36.000 dock space serta jaringan industri penunjang yang memproduksi berbagai kebutuhan kapal, mulai dari pelat baja, pipa, kabel, cat, mesin diesel, genset, pompa, crane, hingga sistem kelistrikan dan perlengkapan kapal lainnya.

"Apabila proyek strategis seperti ini dipercayakan kepada galangan nasional, manfaatnya tidak hanya menghasilkan tiga kapal baru, tetapi juga memperkuat daya saing industri maritim Indonesia, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, serta menggerakkan perekonomian nasional," kata Anita.

Dengan kapasitas tersebut, proyek tiga kapal Pelni berpotensi menjadi salah satu tolok ukur kemampuan industri galangan nasional dalam mengerjakan kapal penumpang berskala besar sekaligus memperkuat rantai pasok industri maritim dalam negeri.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota Polrestabes Bandung Meninggal Dunia Usai Jadi Korban Tabrak Lari Civic Hitam
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Pastikan Belum Ada Komplain dari Negara Tetangga Terkait Asap Karhutla
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Waktu Terbaik Makan Pisang untuk Tambah Energi hingga Bantu Turunkan BB
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Analisa! Ray Rangkuti Ungkap 10 Alasan Kapolri Diganti, Susno Kaitkan Praperadilan Febrie Adriansyah
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Menko Polkam: Kebakaran Hutan dan Lahan Akibat El Nino Capai 107 Ribu Hektare!
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.