Dituding Eksploitasi Anak untuk Promosi Vape, Bigmo Datangi Keluarga Korban dan Sudah Minta Maaf

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo membantah tudingan eksploitasi anak dalam konten live streamingnya yang mempromosikan vape. Pihak Bigmo menegaskan kehadiran anak-anak dalam siaran tersebut terjadi secara spontan dan tidak direncanakan.

"Dalam live streaming tersebut selalu spontan, tidak pernah ada yang namanya script. Jadi misal live streaming kemarin terjadi di salah satu pasar, itu memang tujuannya ya ke pasar karena menurut dia mungkin ramai di situ," kata kuasa hukum Bigmo, Sangun Ragahdo, di Polda Metro Jaya, Senin (10/8/2026).

Anak-anak yang muncul dalam video disebut datang sendiri karena mengenali Bigmo di tempat umum. Pihak Bigmo juga menegaskan kontennya memang ditujukan untuk penonton berusia dewasa.

"Dan kami juga sudah sampaikan tadi bahwa streaming ini 97% lebih itu juga diperuntukkan untuk dewasa. Dan Bigmo pun juga sudah menaruh di situ 18 tahun ke atas. Artinya memang tidak diperuntukkan untuk anak-anak," lanjut kuasa hukum Bigmo lainnya, Riphat Senikentara.

Meski begitu, Bigmo telah mendatangi keluarga anak-anak yang muncul dalam kontennya untuk meminta maaf secara langsung. Pihak keluarga juga telah menerima permintaan maaf Bigmo.

"Mo telah menghampiri, sowan kepada keluarga anak-anak di bawah umur tersebut dan sudah telah bertemu dan akhirnya di pertemuan tersebut pun akhirnya ya sampai ada semacam bukan kesepakatan sih, tapi lebih kepada ya permintaan maaf Mo," beber Sangun.

"Akhirnya para orang tua telah memaafkan dan tidak ada namanya permasalahanlah di situ," tambahnya.

Kuasa hukum Bigmo juga menegaskan tidak ada niat untuk mengeksploitasi anak-anak dalam konten tersebut. Hal itu juga telah dijelaskan oleh Bigmo kepada keluarga korban.

 

"Bigmo ketemu dengan pihak keluarga juga menyampaikan dan sepakat bersama keluarga bahwa tidak ada yang diatur, anak-anak itu pun juga tidak tahu, hanya mau minta foto dan akhirnya terus ramai, ada yang bikin game, yang menang dapat sepatu dan lain-lain, itu tidak ada kaitannya dengan eksploitasi," tegas Riphat.

Pihak Bigmo berharap masyarakat melihat kejadian tersebut secara utuh dan tidak mengambil kesimpulan sepihak. Kuasa hukum juga meminta publik memahami kronologi sebelum memberikan penilaian.

"Kalau dilihat secara utuh, sejak awal itu memang tidak ada yang diatur, tidak ada yang diajak, tidak ada yang dipanggil. Itu benar-benar datang secara spontan. Jadi ya kita minta teman-teman juga kalau melihat ini nanti jangan setengah-setengah, gitu ya," tandas Riphat. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Instruksikan Perampingan Struktur Organisasi BUMN Bidang Energi
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Awal Pekan, Harga Emas Antam Stabil di Rp2,69 Juta per Gram
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Kaji Opsi Guru PPPK Jadi ASN Pusat
• 2 jam laludetik.com
thumb
Suka Gonta-Ganti Kelamin, Rahasia Kesukaan Warga RI Kini Diungkap
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kapolri apresiasi antusiasme peserta E-Sports Kapolri Cup 2026
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.