Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat Sistem Informasi Pasar Kerja atau Labour Market Information System (LMIS) sebagai bagian dari upaya menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja industri berbasis data.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan penguatan LMIS diperlukan agar informasi kebutuhan tenaga kerja dapat dimanfaatkan secara langsung oleh dunia pendidikan dan industri.
"Ditekankan penguatan LMIS agar data kebutuhan tenaga kerja dapat diakses secara real-time oleh dunia pendidikan dan industri," kata Anwar saat dihubungi di Jakarta, Senin.
LMIS Jembatani Kesenjangan Kompetensi dan Kebutuhan IndustriLMIS merupakan platform data terpadu milik Kemnaker yang dikelola Pusat Pasar Kerja (Pasker ID) untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan berbagai informasi ketenagakerjaan.
Platform tersebut juga menjadi sarana untuk mempertemukan pencari kerja dengan industri yang membutuhkan tenaga kerja.
Salah satu fungsi utama LMIS adalah mengintegrasikan data serta menghubungkan informasi pasar kerja yang berasal dari lembaga pemerintah maupun sektor swasta.
LMIS digunakan untuk membantu mengatasi ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi yang dihasilkan dunia pendidikan dengan keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan industri.
Melalui pemanfaatan data tersebut, kesenjangan antara keterampilan lulusan pendidikan dan kebutuhan nyata perusahaan diharapkan dapat dijembatani dengan lebih baik.
Selain informasi kebutuhan tenaga kerja, LMIS menyediakan akses terhadap lowongan pekerjaan, bursa kerja atau job fair, serta berbagai informasi mengenai pelatihan.
Penyediaan informasi secara terintegrasi tersebut ditujukan untuk mempermudah angkatan kerja memperoleh dan mengakses informasi ketenagakerjaan.
Anwar menjelaskan penguatan LMIS bukan satu-satunya strategi Kemnaker dalam menghadapi persoalan ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan industri.
Kemnaker juga memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri, memodernisasi sistem pelatihan vokasi, serta memetakan kebutuhan keterampilan masa depan.
"Selain memperkuat link and match antara pendidikan dan industri, Kemnaker juga memodernisasi pelatihan vokasi, melakukan pemetaan kebutuhan keterampilan masa depan, serta program Magang Nasional (MagangHub)," ujar Anwar.
Magang Nasional Jembatani Lulusan Menuju Dunia KerjaKemnaker turut menjalankan program Magang Nasional melalui MagangHub sebagai salah satu strategi untuk mengurangi kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja.
Anwar menyebut Magang Nasional sebagai salah satu instrumen penting untuk menjembatani proses transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.
Program tersebut tidak hanya dirancang sebagai penempatan peserta untuk menjalani kegiatan magang di perusahaan.
Magang Nasional dirancang sebagai proses pembelajaran kerja terstruktur agar peserta memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan lingkungan kerja.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan dilibatkan sebagai tempat peserta memperoleh pembelajaran sekaligus pengalaman kerja.
Program tersebut juga melibatkan mentor yang bertugas memberikan bimbingan kepada peserta selama menjalani proses magang.
Pelaksanaan Magang Nasional dilengkapi sistem pemantauan dan evaluasi yang terus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kerja serta efektivitas program dalam menjembatani lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.




