Jember, ERANASIONAL.COM – Mahasiswa Universitas Jember mengembangkan gim edukasi Dirty Ledger untuk mengenalkan kejahatan finansial melalui pendekatan interaktif. Gim tersebut mengajak pemain menelusuri transaksi mencurigakan dan mengungkap berbagai bukti dalam sebuah kasus keuangan.
Dirty Ledger merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Komputer Unej. Tim pengembang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan rancangan awal gim sebelum memasuki tahap uji coba lintas perguruan tinggi.
Anggota Tim Pengembang, M. Luky Adithia, mengatakan proses pengembangan gim berangkat dari kebutuhan menghadirkan media edukasi yang mampu meningkatkan kemampuan analisis pemain.
“Kami mengembangkan game ini untuk melatih berpikir kritis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kejahatan keuangan,” ujar Luky.
Pemain kemudian ditantang menyelidiki laporan dan transaksi keuangan yang tersedia. Mereka harus menemukan kejanggalan, menghimpun bukti, serta menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Dekan FEB Unej, Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si., menilai konsep tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa. Menurutnya, simulasi dalam gim dapat membantu pemain memahami materi akuntansi forensik secara lebih kontekstual.
“Dirty Ledger menjadi cara baru yang lebih menarik dan efektif untuk mempelajari ilmu akuntansi forensik,” ungkap Prof. Isti Fadah.
Kehadiran Dirty Ledger juga memperluas pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Gim tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga berpotensi menjadi media edukasi bagi masyarakat.
Setelah melalui tahap pengembangan dan uji coba, Dirty Ledger akan dipersiapkan untuk peluncuran melalui Google Play Store. Tim berharap gim tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang mudah diakses sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan finansial.





