2 Tahun Hilang, Wanita di Sulsel Ternyata Dibunuh Sopir Travel-Dibuang ke Jurang

detik.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kasus hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita (26) setelah melakukan perjalanan dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), akhirnya terkuak. Wanita yang akrab disapa Mita itu ternyata tewas dibunuh oleh sopir travel bernama Alber alias Latu (37) lalu mayatnya dibuang ke dalam jurang.

"Kami segenap keluarga besar Polres Wajo menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya saudari Paramita Titania Angelica," ujar Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya dilansir detiksulsel, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Remaja di Toraja Utara, Pelaku Peragakan 41 Adegan

Dalam catatan pemberitaan detikSulsel, Mita berangkat ke Morowali pada 22 Juli 2024 sekitar pukul 16.30 Wita. Korban saat itu dijemput oleh sopir travel di Bottodongga, Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

Sejak berangkat dari rumah, Mita rupanya hanya satu kali memberikan kabar. Korban disebut hanya sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak lama lagi tiba di tempat tujuan.

Namun sejak kabar terakhir itu, Mita sudah tidak pernah muncul lagi. Sementara sopir travel yang membawa Mita mengaku sudah mengantarkan Mita hingga ke Morowali.

Setelah dua tahun penyelidikan, pihak kepolisian memberi update informasi terkait hilangnya Mita. Polisi memastikan korban tewas dibunuh oleh sopir travel bernama Alber yang juga merupakan orang terakhir bersama korban.

Baca juga: Pria di Kuningan Tega Bunuh Ibu gegara Kesal Dibangunkan Salat Subuh

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, lokasi dugaan tindak pidana pembunuhan itu berada di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Jenazah korban lalu dibuang ke dalam jurang di sekitar lokasi dengan kedalaman hingga 60 meter.

"Menurut pengakuannya, tersangka memukul bagian belakang leher korban menggunakan kunci roda mobil sebanyak satu kali hingga korban meninggal dunia," ujar Douglas

Baca berita lengkapnya di sini.




(maa/eva)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Kaji Opsi Guru PPPK Jadi ASN Pusat
• 17 jam laludetik.com
thumb
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Terasa hingga Ekuador dan Panama
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
The Sounds Project Buka Suara soal Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Rayakan HUT ke-50, PB Jaya Raya Bertekad Terus Lahirkan Atlet Hebat Bulu Tangkis Indonesia
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Metro Usut Kasus Sutrimo, Selidiki Dugaan Meninggal Tak Wajar
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.