Aiptu Asep Suhara, anggota Satuan Samapta Polrestabes Bandung, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Minggu (9/8).
Peristiwa tersebut terjadi saat Aiptu Asep tengah menjalankan tugas. Nyawanya tak tertolong setelah mengalami kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil. Kendaraan tersebut diduga meninggalkan lokasi kejadian setelah kecelakaan.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Polrestabes Bandung. Dalam unggahannya, disebutkan Aiptu Asep meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tabrak lari saat melaksanakan tugas.
"Almarhum Aiptu Asep Suhara meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tabrak lari di Jalan Merdeka, Kota Bandung, saat sedang melaksanakan tugas," tulis keterangan Polrestabes Bandung.
Mobil Sedan Hitam Berisi 4 OrangPolisi merilis video rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku tabrak lari. Dalam rekaman CCTV yang dirilis Humas Polda Jawa Barat, tampak pelaku mengendarai mobil sedan warna hitam. Mobil itu ditumpangi 4 orang diduga masih remaja.
"Berdasarkan rekaman yang diperoleh serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, insiden tersebut melibatkan kendaraan roda empat yang ditumpangi empat orang, terdiri dari dua pria dan dua wanita, serta sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi D-3649-ADV," demikian keterangan tertulis Humas Polda Jawa Barat.
Setelah kecelakaan terjadi, pengemudi mobil yang diduga terlibat dalam insiden tersebut meninggalkan lokasi. Pengemudi juga disebut tidak memberikan pertolongan kepada Aiptu Asep.
"Usai kejadian, pengemudi kendaraan roda empat tersebut diduga meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan kepada korban," lanjut keterangan Humas Polda Jabar.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kendaraan dan orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut.
Kapolda Jabar Sampaikan DukaKapolda Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, meminta jajaran Polrestabes Bandung tetap semangat menjalankan tugas setelah salah satu anggotanya, Aiptu Asep Suhara, meninggal dunia akibat menjadi korban tabrak lari usai menjalankan patroli.
Pipit menyampaikan belasungkawa atas kepergian Aiptu Asep. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi duka bagi seluruh jajaran kepolisian, khususnya keluarga besar Polrestabes Bandung.
"Saya mengucapkan turut berbelasungkawa terhadap anggota kami yang kemarin meninggal, kembali dari patroli, kemudian terjadi tabrak lari, meninggal dunia," ujar Pipit di Mapolrestabes Bandung, Senin (10/8).
Menurut Pipit, peristiwa yang menimpa Aiptu Asep tidak boleh membuat semangat maupun motivasi anggota lainnya dalam menjalankan tugas menjadi menurun.
"Ini tentunya tidak membuat motivasi anggota menurun dalam melaksanakan tugas," katanya.
Pipit meminta seluruh personel tetap menjalankan tugas memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, meskipun tengah menghadapi suasana duka akibat kehilangan rekan mereka.
Pesan Terakhir Aiptu Asep ke IstriAiptu Asep Suhara meninggalkan istri tercinta Eka Yulianti dan empat anaknya.
Eka menceritakan momen saat Asep hendak berangkat piket tugas. Ia mengatakan, Asep sempat berpamitan kepadanya. Keduanya bahkan masih berkomunikasi sekitar pukul 23.00 WIB.
"Berangkat waktu dinas juga kondisi lagi sehat, sehat. Jam 11 malam itu terakhir komunikasi," kata Eka saat ditemui.
Eka juga mengungkapkan, keduanya sempat membahas persiapan anak mereka yang akan ke Persik Kediri.
Rencananya, Aiptu Asep akan mengantar anak mereka pada Selasa besok.
"Ngebahas masalah anak. Anak itu ya anak yang kedua kan mau berangkat ke Persik Kediri. Rencana tuh diantar sama suami hari Selasa ini," ujarnya.
Setelah pembicaraan tersebut selesai, Aiptu Asep berpamitan untuk menjalankan piket.
"Terus pas ya izin gitu, 'Ayah piket dulu ya,' gitu. 'Besok hati-hati,' gitu. Udah. Itu terakhir," tutur Eka.
Tak lama setelah itu, Aiptu Asep menjalankan tugasnya. Namun, sekitar pukul 04.30 WIB pada Minggu (9/8), Eka menerima kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan.
Kabar pertama diterima Eka dari ayahnya yang mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas setempat. Setelah dilakukan pengecekan kepada keluarga, kabar tersebut dipastikan benar.
Suami Terbaik dan Dekat dengan AnakEka mengatakan keempat anak mereka masih berada pada usia yang membutuhkan kehadiran kedua orang tua.
Anak pertama mereka kini berusia 23 tahun. Anak kedua berusia 17 tahun dan duduk di kelas 11 SMA. Anak ketiga berusia 13 tahun dan duduk di kelas 7 SMP. Sementara anak bungsu masih duduk di kelas 2 SD.
"Ada empat," kata Eka saat ditanya mengenai jumlah anak mereka.
Dari empat anak tersebut, tiga di antaranya laki-laki dan satu perempuan. Menurut Eka, almarhum memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan seluruh anaknya.
Ia menggambarkan Aiptu Asep sebagai sosok penyayang dan penyabar. Kedekatan itu tidak hanya terjalin dengan anak laki-laki, tetapi juga dengan putri mereka.
"Penyayang, terus bonding sama anak-anak tuh dekat almarhum. Dekat banget sama semua anak gitu, dekat mau yang cowok mau yang cewek gitu. Penyabar," ujarnya.
Bagi Eka, Aiptu Asep bukan hanya sosok ayah bagi keempat anak mereka. Ia juga merupakan suami yang sangat baik bagi dirinya.
"Ya lah, suami terbaik lah gitu ya," kata Eka.
Ditabrak dari Belakang, Terseret 30 MeterEka mengaku tidak melihat langsung rekaman CCTV maupun kondisi kecelakaan yang menimpa suaminya. Informasi mengenai kronologi kejadian diperolehnya dari keluarga dan orang-orang yang mengetahui peristiwa tersebut.
"Kalau dengar cerita, karena saya tidak melihat CCTV yang beredar gitu ya," kata Eka.
Menurut cerita yang diterima Eka, saat kejadian Aiptu Asep tengah mengendarai sepeda motor. Dari arah belakang, sebuah mobil disebut melaju dengan kecepatan tinggi dan kemudian menabrak almarhum.
"Dengar ceritanya katanya posisi suami saya tuh waktu di rel itu sedang melaju, di belakang tuh ditabrak mobil yang melaju cepat," ujarnya.
Benturan tersebut disebut membuat tubuh Aiptu Asep terpental sekitar 8 meter.
"Jadi pas ditabrak, si suami saya terlempar sekitar 8 meter," kata Eka.
Menurut cerita yang diterimanya, mobil tersebut kemudian kembali melaju hingga tubuh Aiptu Asep terseret sejauh 30 meter.
"Setelah terlempar 8 meter, digas lagi oleh mobil itu sampai terseret 30 meter," tuturnya.
Eka mengatakan suaminya sedang seorang diri saat kecelakaan terjadi. Peristiwa itu terjadi setelah Aiptu Asep mengikuti operasi gabungan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sekitar pukul 04.00 WIB.
Menurut Eka, setelah mengikuti operasi gabungan, suaminya biasanya mencari tempat untuk beristirahat. Salah satu lokasi yang kerap didatanginya adalah Bank Panin Banceuy karena Aiptu Asep juga mendapat tugas penjagaan di lokasi tersebut.
"Biasanya kalau suami saya setelah operasi gabungan suka istirahat di Bank Panin Banceuy. Karena kebetulan jaga bank juga di sana," ujarnya.
KDM Temui Keluarga, Sampaikan DukaGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi kediaman keluarga Aiptu Asep. Kunjungan tersebut dilakukan KDM untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga almarhum yang tengah berduka.
Momen kunjungan itu terlihat dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube-nya.
Saat tiba di rumah duka, KDM berbincang dengan istri, anak-anak, serta adik Aiptu Asep. Ia menanyakan kondisi keluarga, termasuk pendidikan empat anak yang ditinggalkan almarhum.
"Saya hari ini menengok Asep ya, yang meninggal ditabrak oleh orang dalam keadaan menjalankan tugas patroli malam. Ini adalah supporting saya untuk mereka yang menjalankan tugas dan mengalami musibah saat menjalankan tugas," ujar KDM.
KDM kemudian menyampaikan doa untuk Aiptu Asep yang telah meninggal dunia.
"Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni dosanya dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah," ucapnya.
Ia juga berharap proses hukum terhadap pengemudi yang menabrak Aiptu Asep dapat berjalan secara objektif dan tuntas.
"Siapa pun yang menjadi pelaku tindak pidana harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, baik dari kalangan mana pun," tegas KDM.
KDM Biayai Sekolah Anak Aiptu AsepKDM menyatakan akan membantu membiayai pendidikan empat anak Aiptu Asep. Pernyataan tersebut disampaikan KDM saat mengunjungi keluarga almarhum di rumah duka.
Dalam kunjungan itu, KDM berbincang dengan istri Aiptu Asep mengenai kondisi keempat anak yang kini kehilangan sosok ayah.
Keempat anak Aiptu Asep diketahui masih menjalani pendidikan. Anak pertama telah lulus SMA, anak kedua duduk di kelas 11 SMA, anak ketiga kelas 7 SMP, sedangkan anak bungsunya masih duduk di kelas 2 SD.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, KDM menyatakan siap mengambil tanggung jawab untuk membantu pendidikan anak-anak almarhum.
"Saya hanya satu aja, nanti anak-anaknya biar saya yang ngurus sekolahnya, biar menjadi anak saya," ujar KDM, dikutip dari video YouTube @kangdedimulyadi.
KDM kemudian menanyakan langsung kepada salah satu anak Aiptu Asep apakah bersedia menjadi anak asuhnya.
"Kamu mau enggak jadi anak asuh saya?" tanya KDM.
Anak Aiptu Asep kemudian menjawab, "Mau."
KDM pun meminta anak tersebut untuk terus bersekolah dan tidak mengkhawatirkan keberlangsungan pendidikannya.
"Ya, kamu sekolah aja terus, ya," katanya.
Selain berkomitmen membantu pendidikan, KDM juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 30 juta kepada keluarga Aiptu Asep.
"Ini saya nitip ya 30 juta," ujar KDM saat menyerahkan bantuan tersebut.
Istri Aiptu Asep kemudian menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.





