Penjualan mobil dalam negeri kembali bergairah pada pertengahan tahun ini. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil (wholesales) pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit, naik 4,5 persen dari bulan Juni yang berada di angka 77.603 unit.
Pun secara year on year (YoY), terjadi pertumbuhan positif sebesar 33,3 persen dari 60.837 unit pada Juli 2025. Sementara secara akumulasi year to date (YtD) Januari-Juli 2025 dan 2026, peningkatannya sebesar 18,3 persen dari 437.544 unit menjadi 517.742 unit.
Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, menilai kenaikan penjualan pada Juli menjadi sinyal positif bagi industri otomotif. Ia melihat pergerakan pasar mulai membaik setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami tekanan.
"Penjualan sekitar 81.115, lumayan tadinya sekitar 77 ribu kan bulan Juni? Kalau dilihat memang trennya membaik, pertumbuhan ekonomi juga membaik dan lain-lain," buka Jongkie ketika ditemui di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8).
Jongkie berharap peningkatan penjualan tersebut tidak hanya terjadi pada bulan Juli. Ia ingin kondisi pasar yang mulai pulih dapat terus terjaga hingga akhir tahun.
"Saya pikir daya beli masyarakat juga tumbuh. Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan terus sampai akhir tahun. Kita harus optimis, tapi tetap realistis," sambungnya.
Adapun, penjualan yang membaik belum membuat Gaikindo mengubah target penjualan mobil nasional tahun ini. Asosiasi tersebut masih mempertahankan target sebanyak 850 ribu unit hingga akhir 2026.
"Masih, target masih 850 ribu unit," kata Jongkie singkat saat ditanya target penjualan mobil nasional di tahun ini.
Di sisi lain, pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 baru saja selesai digelar setelah berlangsung selama 11 hari. Jongkie tetap optimistis pasar mobil nasional dapat melanjutkan tren yang terus naik, termasuk lewat momentum pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) yang digelar akhir tahun.





