Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Perry Warjiyo. Pengajuan tersebut disampaikan melalui surat presiden (surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memulai proses penentuan pimpinan bank sentral.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah berkomunikasi dengan DPR dan menyerahkan sejumlah surpres terkait pergantian sejumlah pejabat negara.
Selain calon Gubernur BI, pemerintah juga mengajukan calon pengganti untuk posisi Gubernur Senior BI, Deputi Gubernur BI, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga calon duta besar untuk sejumlah negara sahabat.
“Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR, tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco yang sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres yang pertama adalah mengenai calon Gubernur Bank Indonesia disertai dengan calon Deputi Gubernur Senior,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senin (10/8).
Untuk posisi Gubernur BI, pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Destry Damayanti. Dengan pengajuan tersebut, proses penentuan Gubernur BI selanjutnya berada di tangan DPR sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundang undangan yang berlaku.
Sempat Disinggung PrabowoDestry bukan nama yang tiba-tiba muncul dalam bursa pergantian Gubernur BI. Sebelumnya, Presiden Prabowo menyapa Destry yang hadir sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI saat menghadiri akad massal dan serah terima 62.000 unit KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, (30/7).
Prabowo kemudian meminta tanggapan mengenai kecocokan Destry untuk mengisi posisi Gubernur BI, meski keputusan akhirnya tetap berada di DPR.
“Ini Ibu Destry adalah sekarang adalah Pejabat Gubernur Sementara, Pjs singkatannya, pejabat gubernur sementara, kayaknya gimana? Oke? Terserah DPR nanti ya,” kata Prabowo.
Pengajuan Destry sebagai calon tunggal mendapat respons positif dari pasar keuangan. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (10/8).
Mengacu data Bloomberg pada pukul 13.40 WIB, rupiah menguat 0,88 persen atau 158 poin ke level Rp17.739 per dolar AS.
Penguatan tersebut terjadi setelah pemerintah secara resmi mengirimkan surpres calon Gubernur BI ke DPR.
Destry Dinilai KredibelEkonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai Destry merupakan kandidat yang relatif aman bagi pemerintah sekaligus memiliki rekam jejak yang cukup panjang di sektor keuangan.
“Destry merupakan pilihan yang paling aman bagi Presiden Prabowo. Selain mempunyai pengalaman di BI, LPS, Bank Mandiri, dan sebelumnya adalah Deputy Senior Gubernur BI, ia merupakan kandidat yang bisa diterima pasar dan mempunyai fleksibilitas untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah terkait berbagai kebijakan ekonomi,” ujar Wijayanto kepada kumparan, Senin (10/8).
Menurut Wijayanto, pengalaman tersebut menjadi modal bagi Destry untuk menjalankan kebijakan di tengah kebutuhan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, ia mengungkapkan tantangan utama Destry adalah memastikan independensi BI tetap terjaga.
Hal itu dinilai penting karena pemerintah juga tengah menghadapi tekanan fiskal dan membutuhkan dukungan kebijakan bagi perekonomian nasional untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.
Penilaian serupa disampaikan Kepala Ekonom BCA David Sumual. Menurutnya, pengalaman Destry di BI, perbankan, dan pasar modal membuatnya memiliki pemahaman yang luas mengenai kondisi sektor keuangan. Pengalaman tersebut juga memperkuat kredibilitas Destry di mata pelaku pasar.
“Ya, saya pikir beliau sudah berpengalaman juga di Bank Indonesia ya. Dan di mata pasar ya cukup kredibel, di mata pasar kredibel lah ya, di pasar keuangan sudah pernah di perbankan juga, pernah di pasar modal juga kan ya, jadi mengerti betul kondisi di pasar keuangan,” kata David.
Meski demikian, David menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan BI tetap dilakukan tanpa mengurangi independensi bank sentral, terutama dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Selain itu, BI masih akan menghadapi sejumlah tantangan eksternal, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, hingga potensi tekanan inflasi domestik.
Transisi Kepemimpinan Dinilai Lebih MulusEkonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pencalonan Destry dapat membuat proses transisi kepemimpinan BI berjalan relatif mulus. Pasalnya, Destry telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan kini dipercaya sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjaga kesinambungan arah kebijakan bank sentral sehingga pasar tidak menghadapi perubahan mendadak, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.
Namun, status Destry sebagai calon tunggal juga memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, pencalonan tersebut memberikan kepastian dan dapat mengurangi spekulasi pasar. Di sisi lain, DPR memiliki ruang yang lebih terbatas untuk membandingkan alternatif kandidat sebelum menentukan pilihan.
Yusuf menilai tantangan Destry ke depan bukan lagi semata-mata mengenai kapasitas teknis, tetapi bagaimana menjaga independensi BI di tengah kebutuhan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Penguatan rupiah setelah pengajuan nama Destry menjadi sinyal awal bahwa pasar merespons positif keputusan pemerintah. Namun, kepercayaan tersebut tetap akan diuji melalui kebijakan konkret BI, terutama dalam menentukan suku bunga, menjaga stabilitas nilai tukar, serta mengelola likuiditas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Senada, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai pencalonan Destry sebagai Gubernur BI merupakan pilihan rasional untuk menjaga kelancaran transisi kepemimpinan.
Menurut Eko, penunjukan figur yang sudah berpengalaman di BI dapat meminimalkan spekulasi di pasar keuangan. Terlebih, pemerintah dalam waktu dekat akan menyampaikan Nota Keuangan RAPBN 2027.
Eko menilai Destry memiliki rekam jejak yang memadai untuk memimpin BI, tetapi ia menekankan tantangan terbesar Gubernur BI selanjutnya adalah menjaga independensi.
“Setidaknya secara rekam jejak dan pengalaman Bu Destry memiliki kualifikasi tersebut dan ini merupakan modal kuat meyakinkan pasar,” kata Eko.





