Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya resmi menaikkan penanganan kasus kematian Sutrimo ke tahap penyidikan.
Dirreskrimum Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa pihaknya menerima pelimpahan dua laporan polisi, satu dari Bareskrim Polri dan satu lagi dari Polresta Banyumas.
"Dan berdasarkan dua laporan polisi tersebut, baik yang disampaikan oleh masyarakat di Bareskrim Polri ataupun yang disampaikan oleh pihak keluarga di Polresta Banyumas, saat ini penanganan perkara setelah dilimpahkan, ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Iman saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (11/8).
Langkah tersebut diambil setelah serangkaian penyelidikan dilakukan baik oleh Polresta Banyumas maupun tim Polda Metro Jaya. Dalam tahap penyidikan, polisi menyoroti dugaan tindak pidana pembunuhan, bahkan pembunuhan berencana.
"Pasal yang dipersangkakan sebagaimana Laporan Polisi yang kami terima itu adalah pasal pembunuhan ataupun pembunuhan berencana," tegas Iman.
Meski begitu, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan. Penyidik masih mengumpulkan fakta hukum dan akan meminta keterangan tambahan dari keluarga Sutrimo di Banyumas.
"Untuk saksi-saksi yang dari pihak keluarga, karena di proses penyelidikan sudah dilakukan pengambilan keterangan, kami akan melakukan pengambilan keterangan atau permintaan keterangan lanjutan nanti di Banyumas," jelasnya.
Polisi juga menjadwalkan ekshumasi jenazah pada Rabu (12/8/2026) untuk memastikan penyebab kematian.
"Insya Allah hari Rabu besok lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas. Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan," kata Iman.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Sutrimo Kirim Foto Makanan Dekat Rumah Febrie
Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026) dan langsung dimakamkan di kampung halamannya malam itu juga. Keluarga kemudian melaporkan kematiannya ke Polresta Banyumas untuk memastikan penyebabnya.
Almarhum diketahui pernah bekerja di rumah mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, yang kini tengah menghadapi kasus dugaan korupsi dan TPPU.





