Bursa Asia Menguat, Sentimen Pasar Masih Tertekan Konflik Teluk

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Selasa (11/8/2026), meski sentimen pasar masih rapuh di tengah ketidakpastian konflik di kawasan Teluk.

Bursa Asia Menguat, Sentimen Pasar Masih Tertekan Konflik Teluk. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Selasa (11/8/2026), meski sentimen pasar masih rapuh di tengah ketidakpastian konflik di kawasan Teluk dan kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait kesepakatan damai serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Indeks KOSPI Korea Selatan naik 1,02 persen, disusul Straits Times Index (STI) Singapura yang menguat 1,22 persen. Sementara itu, ASX 200 Australia mendaki 0,23 persen dan Hang Seng Hong Kong bertambah 0,13 persen.

Baca Juga:
DEWA Cetak Laba Rp354 Miliar Semester I, Ditopang Kenaikan Nilai Investasi

Namun, penguatan bursa Asia tidak terjadi secara merata. Shanghai Composite China turun 0,30 persen. Sementara, pasar saham Jepang libur pada Selasa.

Sentimen positif juga terlihat di pasar saham AS. Kontrak berjangka (futures) Nasdaq naik 0,28 persen, sedangkan S&P 500 futures bertambah 0,10 persen setelah Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8).

Baca Juga:
Kualitas Underwriting Jadi Penopang Laba Bersih TUGU Rp480 Miliar di Semester I-2026

Di Eropa, kontrak berjangka EURO STOXX 50 turun tipis 0,05 persen, sementara FTSE futures dan DAX futures bergerak relatif datar.

Perhatian investor turut tertuju pada perkembangan industri kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Turun, Didorong Kenaikan Harga Minyak hingga Pelemahan Saham Teknologi

Melansir dari Reuters, Nvidia mengatakan telah bermitra dengan enam lembaga keuangan besar untuk meluncurkan platform pembiayaan komputasi yang ditujukan untuk menghimpun lebih dari USD500 miliar modal pihak ketiga bagi pembangunan infrastruktur AI.

Langkah tersebut kembali menegaskan besarnya kebutuhan investasi di sektor AI. Namun, perkembangan ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai potensi gelembung investasi.

"Sebagian kecil dari diri saya bertanya-tanya apakah ini seperti ketika kredit subprime pertama kali menjadi produk arus utama, sebuah inovasi yang pada akhirnya turut memicu krisis keuangan global," ujar Tony Sycamore, analis pasar di IG.

Harga Minyak Kembali Naik

Di sisi lain, harga minyak kembali menguat pada perdagangan Selasa.

Negosiasi antara AS dan Iran mengenai kesepakatan damai serta pembukaan kembali Selat Hormuz menemui jalan buntu.

Presiden AS Donald Trump pada Senin merespons sejumlah persyaratan Iran untuk mencapai kesepakatan damai dengan tuntutannya sendiri.

Trump meminta Iran memberikan kompensasi kepada pihak-pihak yang tewas dalam perang, serangan, maupun aksi protes.

Sikap tersebut berpotensi semakin memperumit upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak global.

Harga minyak mentah Brent naik hingga menyentuh USD88 per barel, sedangkan minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) mencapai USD82,45 per barel.

Keduanya merupakan level tertinggi sejak 31 Juli 2026, setelah harga minyak melonjak sekitar 5 persen pada perdagangan Senin.

"Ini sekarang seperti situasi saling menunggu siapa yang lebih dulu mengalah," ujar Sycamore.

Menurut dia, pasar minyak kemungkinan akan bergerak dalam kisaran USD75-USD95 per barel selama investor menunggu perkembangan negosiasi AS dan Iran.

Kenaikan harga bahan bakar tersebut juga meningkatkan perhatian investor terhadap data inflasi AS. Data indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Juli 2026 akan dirilis pada Rabu (12/8/2026).

Pasar memperkirakan inflasi umum naik 0,1 persen secara bulanan, sedangkan inflasi inti diproyeksikan meningkat 0,2 persen.

Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan berpotensi kembali menguat.

Saat ini, peluang kenaikan suku bunga tersebut masih relatif berimbang. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saan Mustopa Tengok Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bromo Masih Ditutup, Petugas Waspadai Titik Api Kembali Muncul
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sikap Anggota AFC Terbelah! Presiden FIFA Infantino Dapat Dukungan 11 Negara, Termasuk Indonesia
• 4 jam laluharianfajar
thumb
KPK Fokus Telusuri Aliran Uang Kasus Bank BJB ke Lisa Mariana
• 9 jam lalunarasi.tv
thumb
Berkas Lengkap, KPK Limpahkan Ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid ke JPU
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.