Berdasarkan data pergerakan pasar hingga Selasa, 11 Agustus 2026, pada pukul 08.58 WIB, Selasa, 11 Agustus 2026, rupiah berada di level Rp17.800,6 per dolar AS. Rupiah melemah 64,8 poin atau 0,37% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Baca juga: Rupiah Melemah Tapi Mulai Turun dari Rp18.000/USD
Tekanan terhadap rupiah terlihat dari pergerakan sejumlah mata uang Asia. Won Korea Selatan menjadi mata uang yang mencatat penguatan paling besar terhadap rupiah, yakni 0,27% ke level Rp12,58. Disusul yen Jepang yang menguat 0,15% ke level Rp111,86. Baht Thailand juga naik 0,12% menjadi Rp539,76.
Sementara itu, dolar Singapura menguat tipis 0,06% ke level Rp13.905,98. Yuan China naik 0,04% menjadi Rp2.638,96, sedangkan ringgit Malaysia menguat 0,01% ke level Rp4.350,21.
Adapun euro relatif stabil terhadap rupiah di level Rp20.551 atau tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih berada di bawah tekanan dibandingkan sejumlah mata uang utama kawasan Asia pada awal perdagangan hari ini.
Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) justru tercatat melemah tipis 0,04% ke level 99,660. Namun, pelemahan dolar AS tersebut belum mampu mendorong rupiah keluar dari zona merah.
Sementara itu, harga emas dunia yang menjadi salah satu aset safe haven justru menguat signifikan. Harga emas XAU/USD naik 0,94% atau 41,39 poin ke level US$4.431,65 per troy ons.
Pergerakan rupiah terhadap mata uang Asia dan aset global tersebut menjadi perhatian investor di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih berlangsung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)





