Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan memori banding terkait vonis dua tahun penjara terhadap Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, Senin (10/8/2026).
Abdul Wahid bersama dua terdakwa lainnya dalam perkara pemerasan terkait penambahan anggaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah I-VI Dinas PUPR PKPP tahun 2025 divonis masing-masing dua tahun penjara.
"Tim JPU KPK telah mengirimkan memori banding, melalui PN Tipikor Pekanbaru," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo.
Namun di sisi lain, tim JPU KPK belum menerima pemberitahuan memori banding dari terdakwa Abdul Wahid.
Dalam vonis hakim tersebut, Abdul Wahid merupakan satu-satunya terdakwa yang mengajukan banding.
"Berdasarkan KUHAP baru, maka banding dari Terdakwa Abdul Wahid otomatis menjadi gugur karena sudah lewat masa 7 hari sejak terdakwa mengajukan banding namun terdakwa tidak menyerahkan memori banding," ujar Budi.
Sebelumnya Budi menjelaskan, langkah ini diambil karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mencermati adanya pertentangan Pasal yang terbukti diantara para pelaku. Padahal dalam pertimbangan sudah menyatakan ketiganya turut serta melakukan tindak pidana.
Dalam amar Pasalnya, Abdul Wahid diputus dakwaan alternatif ketiga Pasal 12B (gratifikasi), sementara dua terdakwa lainnya yaitu Muh. Arief Setiawan dan Dani M Nursalam diputus dakwaan alternatif pertama Pasal 12 e (Pemerasan dalam jabatan).
"Jika kita cermati bahwa ancaman pidana Penjara Pasal 12 e dan Pasal 12 B UU Tipikor adalah Penjara minimal 4 (empat) tahun, namun Putusan ketiga Terdakwa seluruhnya diputus di bawah minimal tersebut, yaitu ketiganya diputus Pidana penjara 2 tahun," jelas Budi.
Adapun berdasarkan fakta persidangan, Abdul wahid sama sekali belum mengembalikan uang yang diperolehnya sebesar Rp1,45 miliar.
Sedangkan pelaku peserta Muh Arief Setiawan dan Dani M Nursalam telah mengembalikan uang yang diperolehnya ke kas negara.
Namun dalam putusan tidak memasukkan hal yang memberatkan Terdakwa Abdul wahid, yang sama sekali belum mengembalikan uang yang diperolehnya.
"Justru memberikan pidana penjara yang sama bagi ketiganya selama 2 tahun penjara," tandasnya.
Sekedar informasi, putusan hukuman terhadap Abdul Wahid yakni 2 tahun penjara jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa yakni 8,5 tahun penjara. (aha/muu)




