Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan, El Nino Kuat dan IOD Positif Bikin Indonesia Makin Kering

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau (Sumber: Envato by stevanovicigor)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan dinamika atmosfer sepekan ke depan periode 11-17 Agustus 2026.

BMKG mengatakan, Fenomena El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang masih berada pada fase positif menjadi faktor dominan yang berkontribusi terhadap berkurangnya suplai hujan di sejumlah wilayah.

Dalam dinamika atmosfer sepekan ke depan, BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik timur atau Nino3.4 berada di atas +2 derajat Celsius.

Kondisi tersebut menunjukkan intensitas El Nino berada pada kategori kuat. Selain El Nino, indeks Indian Ocean  Dipole (IOD) juga masih berada pada nilai positif, yakni +0,63.

BMKG menjelaskan kondisi IOD positif tersebut mengindikasikan suplai uap air cenderung bergerak dari wilayah Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika.

Baca Juga: Peringatan Dini Kekeringan di Jawa Barat 11-20 Agustus 2026, BMKG: 14 Wilayah Berstatus Awas

Kombinasi El Nino kuat dan IOD positif tersebut berkontribusi terhadap kondisi musim kemarau yang lebih kering dibandingkan normalnya di Indonesia. Sebanyak 95,62 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan rendah.

Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan 

BMKG juga memprakirakan curah hujan kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian, akan mendominasi wilayah Indonesia pada Dasarian II Agustus 2026.

Berdasarkan prakiraan tersebut, sekitar 95,62 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah.

Sementara itu, hanya 4,38 persen wilayah Indonesia yang diprakirakan berada pada kategori curah hujan menengah.

Curah hujan rendah diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.

Kondisi ini membuat potensi kekeringan meteorologis perlu diwaspadai di sejumlah wilayah. Selain berdampak terhadap ketersediaan air, kondisi kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Faktor Penyebab Hujan Lokal

Meski kondisi kering diprediksi mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, BMKG menyebut peluang hujan lokal masih ada di beberapa daerah.

Salah satu faktor atmosfer yang berperan adalah Gelombang Rossby Ekuatorial yang diperkirakan aktif di Kalimantan Selatan, Jawa bagian barat, Sumatera Selatan, Lampung, hingga Papua Selatan.

Sementara itu, Gelombang Kelvin diprediksi melintasi Sumatera bagian tengah hingga utara, termasuk sebagian Aceh dan Riau. Gelombang tersebut juga diperkirakan melintasi wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Selatan.

Baca Juga: El Nino Berpotensi Picu Krisis Air, Akademisi UGM Ajak Masyarakat Panen Air Hujan

BMKG juga memantau aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO). Meskipun MJO diperkirakan berada pada fase 6-7 di Western Pacific, hasil filter spasial masih menunjukkan aktivitas yang teridentifikasi serupa MJO di sejumlah wilayah.

Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatera, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat bagian utara, serta Papua bagian utara.

Sejumlah gangguan atmosfer tersebut masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal di wilayah yang terdampak.

BMKG Imbau Waspada Angin Kencang di Sejumlah Perairan

Selain kondisi kering di daratan, BMKG mengingatkan adanya potensi angin permukaan dengan kecepatan lebih dari 25 knot di sejumlah wilayah perairan.

Angin yang relatif kuat tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang dan perlu diwaspadai oleh masyarakat yang melakukan aktivitas di laut maupun pelaku pelayaran.

Sejumlah wilayah perairan yang perlu diwaspadai antara lain Laut Andaman, Laut Natuna, Laut China Selatan, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Selat Makassar bagian selatan, Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Arafuru, Laut Timor, dan Teluk Carpentaria.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan iklim terbaru, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Informasi mengenai peringatan dini iklim, kekeringan meteorologis, serta prediksi hujan dapat dipantau melalui kanal informasi resmi BMKG.

Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • el nino
  • bmkg
  • dinamika atmosfer sepekan ke depan
  • iod positif
  • 11-17 agustus 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marak Karhutla di Musim Kemarau, Dedi Mulyadi: Jangan Main dengan Api
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Tolak Ajakan Rujuk Suami, Perempuan di Lumajang jadi Korban KDRT
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Polisi Reka Ulang Kasus Mutilasi Pria di Depok, Saepul Dihadirkan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Dukung SDM Unggul, 11 Mahasiswa Baru Unhas Terima Beasiswa
• 59 menit laluterkini.id
thumb
ATI Dorong Model Baru Pembiayaan Jalan Tol: Kurangi Beban APBN, Perbesar Peran Swasta
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.