KDM Dengar Curhat Atlet di PKKMB Unpad, Bonus Rp 30 Juta Belum Cair Sejak Maret

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendengar langsung keluhan seorang mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) terkait bonus atlet yang disebut belum cair. Momen itu terjadi saat Dedi menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unpad, Senin (10/8).

Dalam kesempatan tersebut, Dedi memanggil sejumlah mahasiswa baru untuk berbincang. Salah satu mahasiswa kemudian menyampaikan bahwa dirinya merupakan atlet yang mengikuti sejumlah ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

Mahasiswa tersebut kemudian mengeluhkan bonus yang dijanjikan kepadanya belum juga diterima. Dedi pun langsung menanyakan lebih lanjut mengenai bonus tersebut.

"Kamu dijanjikan bonus?" tanya Dedi.

Mahasiswa itu menjawab bahwa dirinya telah menandatangani dokumen terkait bonus di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat. Ia menyebut nilai bonus yang dijanjikan mencapai Rp 30 juta.

"Rp 30 juta (sudah) tanda tangan," ujar mahasiswa tersebut.

Dedi kemudian memastikan apakah mahasiswa tersebut sudah menandatangani dokumen pencairan bonus. Mahasiswa itu menjawab bahwa tanda tangan telah dilakukan sejak Maret 2026, namun hingga saat ini uang yang dijanjikan belum diterima.

"Oh, tapi duitnya belum turun? Dicek. Ya kalau memang itu, besok turun. Teleponin ke Kadispora," kata Dedi kepada timnya.

Dalam perbincangan tersebut, mahasiswa juga menyinggung persoalan bonus atlet yang berkaitan dengan kontingen Bekasi. Ia meminta Dedi membantu menanyakan persoalan tersebut karena mengaku kesulitan mendapatkan jawaban dari pemerintah daerah setempat.

Namun, Dedi mengingatkan bahwa persoalan bonus yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bekasi seharusnya ditanyakan langsung kepada pemerintah daerah tersebut.

"Ya nanya ke Bupati, jangan ke saya," ujar Dedi sambil bercanda.

Mahasiswa kemudian mengaku sudah berusaha menanyakan persoalan tersebut kepada Bupati Bekasi, tetapi tidak mendapatkan respons. Mendengar hal itu, Dedi pun mencoba menghubungi Bupati Bekasi melalui sambungan telepon.

Dalam suasana percakapan yang berlangsung santai, Dedi bahkan meminta mahasiswa tersebut menjadi saksi ketika panggilan telepon yang dilakukannya tidak kunjung diangkat. Mahasiswa itu berharap bonus tersebut segera diterima karena akan digunakan untuk membiayai kebutuhan kuliahnya.

"Ya gak apa-apa, enggak ini Bupatinya, tuh tuh berdering kan? Belum diangkat," kata Dedi.

Selain persoalan pencairan bonus, mahasiswa tersebut juga menyampaikan adanya potongan sekitar 10 persen dari bonus yang diterimanya melalui organisasi. Dedi kemudian mempertanyakan pihak yang melakukan pemotongan tersebut.

"Dipotong sama siapa?" tanya Dedi.

Mahasiswa itu menyebut bonusnya dipotong oleh NPC Jabar sekitar 10 persen. Mendengar penjelasan tersebut, Dedi menanggapi dengan nada heran dan menyamakannya dengan potongan pajak.

"Oh, kayak pajak!" ujar Dedi.

Percakapan tersebut menunjukkan Dedi meminta persoalan bonus atlet yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar untuk segera dicek melalui Dispora. Sementara untuk persoalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Dedi meminta agar pemerintah daerah terkait memberikan penjelasan kepada atlet.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dakwaan: Gus Yaqut Siapkan USD 1 Juta untuk Pengaruhi Hasil Pansus Haji DPR
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Hotman Paris Kenang Masa Sulit Jadi Pengacara Gaji Rp200 Ribu, Singgung Kehidupan Mewah Frank Hutapea
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
KPK buka peluang periksa Ridwan Kamil setelah tahan tersangka Bank BJB
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran Hebat di Permukiman Padat Kendal, Warga Panik Api Cepat Merambat
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Ekspansi Kredit, BMAS Siapkan Rights Issue 2,9 Miliar Saham
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.