Layanan digital berbayar (paid subscription) makin menjamur di Indonesia. Mulai dari platform streaming video, musik, cloud hingga aplikasi produktivitas yang makin beragam. Paid subscription punya daya tarik tersendiri karena menawarkan fitur-fitur premium maupun bebas iklan yang tidak dimiliki aplikasi gratisan.
Meski begitu, persentase masyarakat yang benar-benar berlangganan platform digital berbayar masih terbilang kecil. Survei Profil Internet Indonesia 2026 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) mengungkapkan, cuma 3,3 persen responden yang mengaku berlangganan platform digital berbayar. Sisanya, 96,7 persen, sama sekali tidak berlangganan.
Survei tersebut dilakukan pada 1 Februari sampai 15 Maret 2026 terhadap 8.700 responden berusia minimal 13 tahun yang tersebar di 38 provinsi. Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih, dengan margin of error ±1,1%.
Adapun menurut catatan APJII 2026, jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi internet mencapai 235,26 juta jiwa dari total 287,88 juta jiwa. Artinya, sudah ada 81,72 persen orang Indonesia yang terhubung ke internet.
Layanan Video Streaming Jadi PrimadonaDi antara masyarakat yang berlangganan, layanan streaming video paling banyak diminati dengan 64,7 persen. Streaming musik ada di posisi kedua dengan 21,6 persen.
Sementara itu, layanan penyimpanan cloud hanya 6,5 persen, aplikasi produktivitas belajar 2,2 persen, gaming online 1,9 persen, media sosial premium 0,8 persen, dan layanan berita digital ada di posisi paling buncit dengan 0,5 persen.
Data ini memperlihatkan kecenderungan masyarakat untuk membayar demi hiburan, sementara layanan informasi dan edukasi belum jadi prioritas.
Budget yang Dikeluarkan per BulanSaat berlangganan layanan berbayar, mayoritas masyarakat Indonesia keluar uang di bawah Rp 200 ribu per bulan. Sebanyak 47,8 persen responden mengeluarkan Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per bulan.
Sementara itu, 25,5 persen responden mengeluarkan uang kurang dari Rp 50.000 per bulan Adapun 23,7 persen responden lainnya mengeluarkan uang di rentang Rp 100.001 sampai Rp 200.000, dan hanya 2,9 persen yang merogoh kocek Rp 200.001 sampai Rp 500.000 per bulan.





