HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Makassar. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong terciptanya pemberitaan yang sehat, edukatif, akurat, sekaligus menjaga kondusivitas di tengah derasnya arus informasi digital.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Ketua PWI Sulsel terpilih, Suwardi Thahir, dengan Kepala RRI Makassar, Anom Andadari, beserta jajaran, di Makassar.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus membahas peluang kerja sama antara organisasi profesi pers dan lembaga penyiaran publik. Penguatan kualitas informasi publik dan literasi media menjadi salah satu perhatian utama.
Suwardi Thahir mengatakan, sinergi PWI Sulsel dan RRI Makassar penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat. Kondisi tersebut menuntut wartawan tidak hanya mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga memiliki kemampuan memilah, mengolah, dan menyajikan informasi secara tepat.
“Forum ini hadir untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas demi menjaga stabilitas daerah, khususnya melalui penyebaran berita yang lebih mendidik dan berbobot bagi masyarakat luas,” ungkap Suwardi.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor media. Wartawan dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik dan kemampuan literasi.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi penting di tengah masifnya penyebaran informasi melalui berbagai platform digital.
“Para wartawan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi modern tanpa mengesampingkan kemampuan literasi yang matang dalam mengolah serta menyebarkan berita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RRI Makassar Anom Andadari menyambut baik inisiatif PWI Sulsel untuk memperkuat kemitraan. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga media dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem informasi yang sehat.
Anom menilai penguatan literasi bagi insan pers semakin penting seiring derasnya arus informasi digital. Media memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat memenuhi unsur akurasi, kredibilitas, dan etika jurnalistik.
“Kemampuan literasi menjadi benteng utama insan pers saat ini. Kecepatan penyebaran informasi di era digital harus diimbangi dengan kecakapan dalam memilah, mengolah, dan menyajikannya secara tepat kepada publik,” tegas Anom.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pertemuan silaturahmi. Kolaborasi PWI Sulsel dan RRI Makassar diharapkan dapat diwujudkan dalam sejumlah program konkret yang memberikan manfaat bagi insan pers maupun masyarakat.
Salah satunya melalui peningkatan kompetensi SDM, penguatan literasi media, serta penyajian informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi publik.
Silaturahmi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PWI Sulsel. Di antaranya Sekretaris Amrullah Basri Gani, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Ihsan Djirong, serta Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Ramah Praeska.
Sinergi PWI Sulsel dan RRI Makassar diharapkan dapat memperkuat peran pers sebagai sumber informasi yang kredibel sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih kritis dan melek informasi.
Di tengah banjir informasi di ruang digital, kualitas berita menjadi tantangan bersama. Kolaborasi antara organisasi profesi pers dan lembaga penyiaran publik dinilai menjadi salah satu langkah untuk memastikan masyarakat tidak hanya mendapat informasi yang cepat, tetapi juga benar, berimbang, dan memiliki nilai edukasi.





