WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengabaikan tuntutan Iran mengenai pencairan aset dan ganti rugi kerusakan perang. Trump justru balik meminta ganti rugi dari Iran usai menyerang negara tersebut bersama Israel.
Dia mengeklaim Iran telah menimbulkan kerusakan selama "50 tahun" sehingga Washington berhak menuntut kompensasi. Trump menyebut kompensasi ini menjadi tanggung jawab Iran atas kematian pasukan AS di kawasan.
Sedangkan menurut data pemerintah Iran, serangan AS-Israel telah membunuh sedikitnya 3.468 orang di Iran sejak 28 Februari hingga 10 Juni 2026.
Trump juga menuntut kompensasi atas tewasnya demonstran dalam demonstrasi anti-pemerintah di Iran pada Januari 2026 silam.
Dia juga meminta ganti rugi atas serangan ke kapal Angkatan Laut AS di Yaman pada 2000 yang menewaskan 17 pelaut. Serangan ini dilaporkan diluncurkan kelompok Al-Qaeda.
Baca Juga: Menlu Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Makkah Tak Targetkan Iran, Buka Peluang Tambah Anggota
"Mereka minta ganti rugi, atau mereka meminta uang atas kerusakan yang kami timbulkan. Saya kira itu ide bagus," kata Trump di Gedung Putih, Senin (10/8/2026), dikutip Al Jazeera.
"Saya kira kami juga akan meminta ganti rugi atas kerusakan yang mereka lakukan selama periode 50 tahun."
Tuntutan Trump ini dikhawatirkan menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz yang ditutup Iran setelah AS dan Israel menyerang wilayahnya pada 28 Februari lalu.
Sebelumnya, Teheran menyatakan baru akan membuka Selat Hormuz jika Washington telah membayar ganti rugi dan mengakhiri sanksi sesuai perjanjian interim yang ditandatangani pada Juni 2026 lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan pihaknya tidak akan membuka Selat Hormuz jika AS belum memenuhi ketentuan-ketentuan dalam perjanjian.
"Ini tergantung pada pihak AS untuk berhenti dan mengganti rugi tindakan-tindakan ilegal dan destruktif mereka," kata Baghaei, dikutip Associated Press.
Baca Juga: Netanyahu Tolak Rencana Trump, Kembali Tegaskan Israel Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Al Jazeera, The Associated Press
- donald trump
- perang iran
- ganti rugi perang iran
- iran
- ganti rugi perang
- kompensasi perang





