Petugas Ditpolairud Polda Jawa Timur mengevakuasi seorang jenazah laki-laki yang mengapung di bawah Jembatan Suramadu atau selat Madura, Selasa (11/8/2026).
AKBP Widarmanto Kasubdit Patroli Polairud Polda Jatim menjelaskan, informasi jenazah tersebut pertama kali dilaporkan oleh nelayan sekitar.
Korban berhasil dievakuasi petugas pada pukul 09.30 WIB setelah tiga kapal patroli melakukan penyisiran di area TKP.
“Tadi kurang lebih 09.30 WIB, dari kantor mendapat informasi dari nelayan adanya penemuan mayat mengapung di sekitaran Jembatan Suramadu. Dari informasi itu, anggota kita dari 3 unit kapal langsung menuju TKP dan benar ditemukan mayat,” kata Widarmanto ketika dikonfirmasi suarasurabaya.net.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa petugas menuju RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan proses visum et repertum dan mengungkap identitas korban.
Saat ditanya apakah ditemukan luka pada tubuh korban, Widarmanto mengaku belum bisa menyimpulkannya karena harus dilakukan visum terlebih dulu.
“Kita minta bantuan beberapa instansi terkait, di antaranya sudah nelpon ambulans, kemudian dibawa ke Karang menjangan. Juga tim identifikasi dari Polres Pelabuhan untuk melakukan identifikasi korban,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara dan temuan sebuah tas milik korban. Petugas menemukan sebuah fotokopi KTP yang diduga milik korban bernama Wawan Saputra usia sekitar 40 tahun dengan alamat Jalan Bintara 14, Bekasi.
“Tas itu diantaranya ada dompet isi KTP, tapi fotokopian, bukan KTP asli,” katanya.
Sementara itu ciri-ciri korban saat ditemukan petugas menggunakan baju doreng marinir, menggunakan celana jins panjang, kulit sawo matang, tinggi badan sekitar 168 sentimeter, dan diduga sudah meninggal sekitar empat hari lalu.
Widarmanto mengatakan, temuan jenazah tersebut sedang dilakukan penyelidikan oleh petugas. Ia juga mengimbau kepada masyarakat apabila mengenali korban supaya segera melapor ke pihak terkait.
“Kalau pakaiannya kayaknya loreng itu. Agak kabur soalnya sudah empat hari di laut, jadi nggak kelihatan,” ungkapnya. (wld/saf/ipg)




