VIVA – Chef Firhan belakangan tengah disorot karena tingkah lucunya me-review makanan-makanan yang ada di luar negeri. Tak hanya itu, ia juga kerap membuat konten masak yang bikin penontonnya ngiler di media sosial.
Namun, siapa sangka kalau ternyata Chef Firhan punya resep warisan dari keluarganya yang menghidupkan kembali cita rasa masakan sang nenek yang telah tiada. Berbekal ingatan masa kecil dan rasa yang masih melekat hingga dewasa, ia mencoba mencari tahu kembali bagaimana resep tersebut dibuat dengan karakter rasa yang sama.
Alumni ajang MasterChef Indonesia Musim 6 ini mengaku tumbuh di keluarga yang cukup dekat dengan masakan kaya rempah. Latar belakang keluarganya turut memengaruhi jenis makanan yang akrab dengan lidahnya sejak kecil.
Sang ibu diketahui memiliki latar belakang Timur Tengah. Begitu pula dengan neneknya yang disebut gemar memasak hidangan dengan bumbu kuat, rempah yang berlimpah, serta cita rasa yang cenderung pekat.
Menurutnya, sang nenek terbiasa membuat berbagai masakan dengan karakter rasa yang kuat. Salah satu hidangan yang paling ia ingat adalah Kari Medan. Masakan tersebut menjadi bagian dari keseharian Chef Firhan ketika masih kecil.
Kenangan tersebut akhirnya menjadi alasan bagi sang koki untuk mencari kembali rasa yang pernah dibuat sang nenek. Bahkan, ia sampai terbang ke Medan langsung, seperti yang juga diunggah dalam Instagramnya.
Chef Firhan tidak hanya mengandalkan resep dari keluarga, tetapi juga mencoba mempelajari karakter masakan tersebut langsung dari orang-orang yang memahami tradisinya. Ia bertemu dengan sejumlah orang dan berdiskusi mengenai penggunaan rempah dalam masakan Kari Medan.
Dari perjalanan tersebut, ia menemukan bahwa Kari Medan memiliki karakter yang berbeda dengan kari dari daerah lainnya. Salah satu pembeda yang ia rasakan adalah penggunaan rempah yang lebih kuat.
"Ternyata ya aku tau surprisingly. Kari Medan tuh beda dengan kari-kari yang lain,” kata Chef Firhan.
Menurutnya, penggunaan daun kari juga memberikan karakter tersendiri pada hidangan tersebut. Selain itu, rasa Kering Medan yang lebih kuat membuatnya berbeda dari kari Jawa yang cenderung memiliki karakter lain.





