Megawati Lantik Pinka Haprani-Andi Widjajanto Pimpin Organisasi Sayap PDIP

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melantik pimpinan organisasi sayap dan badan partai. Dalam pelantikan tersebut, Megawati mengambil sumpah Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP).

Acara terlaksana di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). Dalam agenda ini Megawati juga melantik Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) hingga Andi Widjajanto sebagai Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa bakti 2025-2030.

Baca juga: Rangkul Generasi Muda, PDIP Lantik Dewan Taruna Merah Putih

Megawati tiba di ruang acara didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani. Puan tampak menggandeng Megawati sembari menyapa peserta acara.

Sebelum prosesi pengambilan sumpah, Megawati sempat memastikan komitmen para pimpinan organisasi sayap dan badan partai yang akan dilantik.

"Sebelum mengucapkan janji jabatan, saya mau menanyakan dulu. Ini betul-betul bersiap atau tidak?" tanya Megawati.

"Betul?" lanjut Megawati, yang langsung dijawab betul oleh peserta secara serentak.

Megawati kemudian memimpin pembacaan janji jabatan secara bergantian. Adapun Pinka dipercaya memimpin TMP lantaran latar belakang sebagai generasi muda yang bersuara untuk rakyat.

Di dalam kepengurusannya terdapat tokoh-toloh muda lain seperti Patria Ginting, mantan Ketua BEM UI Melki Sedek dan jurnalis Pangeran Siahaan. Acara dilanjutkan dengan pelantikan Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) beserta jajaran pengurusnya.

"Telah selesai dan dengan demikian maka saudara-saudara sekalian telah menjadi anggota yang namanya DPP Baitul Muslimin Indonesia atau Bamusi. Dan saya berharap bekerjalah dengan keras," kata Megawati.

Pengambilan sumpah terhadap Andi Widjajanto bersama jajaran pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa bakti 2025-2030 pun dilakukan. Dalam agenda ini, Megawati menekankan pentingnya riset berbasis sains dalam tubuh partai politik.

"Seringkali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains," ujar Megawati.

Baca juga: Megawati Bertemu Deputi PM Kamboja, Sedih Tiap Teringat Era Khmer Merah

Megawati juga menyoroti persoalan pengangguran di kalangan tenaga terdidik dan akademisi di Indonesia. Ia meminta badan riset partai untuk ikut membedah persoalan tersebut sekaligus mencari akar masalah dan solusinya.

"Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu," kata Megawati.

Megawati juga memberi pengarahan untuk bekerja keras dan menjaga jati diri sebagai kader. Ia menekankan sumber kekuatan PDIP adalah rakyat.

"Saya ingin menitipkan satu pesan yang sangat penting kepada seluruh kader dan seluruh Sayap dan Badan Partai: Setialah pada sumbermu. Dan sumber kekuatan kita adalah rakyat. Jangan pernah jauh dari rakyat. Dengarkan suara rakyat. Rasakan denyut kehidupan rakyat," kata Megawati.

"Hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. Berdiri bersama rakyat ketika rakyat membutuhkan pembelaan. Sebab, Partai yang kehilangan hubungan dengan rakyat, pada hakikatnya telah kehilangan sumber kekuatannya sendiri," tambahnya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pelantikan pimpinan organisasi sayap dan badan partai tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal PDIP. Hasto ingin memastikan partai aktif dan bekerja bersama masyarakat.

"Organisasi sayap dan badan partai agar fokus mendampingi dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sehari-hari masyarakat serta menyelaraskan gerak langkahnya dengan struktur partai," kata Hasto.




(dwr/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Cari Jejak di Balik 30 Item Senjata di Sekolah Jaksel
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Eko Yuli Irawan Bersiap Ukir Sejarah, Bidik Asian Games 2026
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Andre Rosiade: Komisi VI Dorong Solusi Pekerja PT Pos Bersama Danantara
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Mantan Stafsus Yaqut Didakwa Terima 5,2 Juta Dolar AS dan Rp 330 Juta dari Korupsi Kuota Haji
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Hadiri HUT ke-1 Kodaeral VI di Makassar, Bupati Takalar: Perkuat Sinergi dengan TNI AL
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.