Wamenag Minta Madrasah Perketat Perlindungan Anak, CCTV dan Sistem Pengaduan Diperkuat

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi'i meminta seluruh madrasah memperketat sistem perlindungan anak melalui penguatan pengawasan dan budaya berani melapor guna mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

Menurut Wamenag, langkah pencegahan harus terus dioptimalkan agar perlindungan anak semakin kuat di berbagai ruang kehidupan, terutama lingkungan pendidikan.

Wamenag meminta sekolah dan madrasah memberikan perhatian serius terhadap perilaku seluruh pihak yang terlibat di lingkungan pendidikan tanpa terkecuali.

“Ke depan sekolah kita harus benar-benar memberikan perhatian serius terhadap perilaku seluruh stakeholder di madrasah, siapa pun itu,” ujar Wamenag.

CCTV Diperkuat di Titik Rawan Madrasah

Menurut Romo Syafi'i, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman tidak cukup hanya dengan mengandalkan aturan, tetapi juga membutuhkan sistem pengawasan dan pencegahan yang efektif.

Sistem tersebut diperlukan agar potensi pelanggaran terhadap peserta didik dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Salah satu upaya memperkuat perlindungan anak dilakukan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak atau Gernas Rana.

Gernas Rana menyasar empat ruang utama dalam kehidupan anak, yakni rumah, sekolah, ruang publik, dan ruang digital.

Sebagai langkah konkret di lingkungan pendidikan, Wamenag meminta madrasah memastikan tersedianya kamera pengawas atau CCTV di berbagai area yang berpotensi menjadi titik rawan.

Menurut Wamenag, ruang tertutup memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan pengawasan memadai untuk mencegah tindakan yang dapat merugikan peserta didik.

Sejumlah lokasi yang secara khusus disebut membutuhkan pengawasan antara lain tempat pertemuan, perpustakaan, dan ruang konseling.

“Seperti di tempat-tempat pertemuan, perpustakaan dan ruang konseling, harus ada pengawasan,” ujarnya.

Siswa Didorong Berani Melapor Lewat AMAN

Selain memperkuat pengawasan fisik, Kementerian Agama juga memperkuat sistem pelaporan bagi peserta didik melalui Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan atau AMAN.

Wamenag meminta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama serta kantor Kementerian Agama tingkat kabupaten dan kota menyosialisasikan mekanisme pengaduan tersebut kepada seluruh madrasah.

Wamenag menegaskan setiap laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, keberanian peserta didik melaporkan kejadian negatif harus didukung lingkungan sekolah yang mampu memberikan perlindungan kepada korban.

Karena itu, madrasah diminta membangun budaya saling menjaga dan mendukung antarsiswa sebagai bagian dari pembentukan ekosistem pendidikan yang sehat.

Wamenag ingin peserta didik berani berbicara ketika mengetahui atau mengalami tindakan negatif sekaligus memiliki kepekaan membantu teman yang menghadapi persoalan.

“Kalau ada hal-hal negatif yang terjadi, mereka harus berani speak up. Kita bangun kepekaan di antara mereka untuk saling mendukung sehingga yang mengalami hal-hal negatif berani melapor dan persoalannya bisa segera diselesaikan,” kata dia.

Wamenag Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Pelanggaran Asusila

Wamenag juga menegaskan komitmennya menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dengan tidak memberikan toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran asusila.

Setiap laporan mengenai pelanggaran tersebut diminta segera disampaikan kepada jajaran Kementerian Agama agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Romo Syafi'i, perlindungan terhadap anak merupakan amanat yang tidak dapat ditawar karena orang tua mempercayakan anak mereka kepada madrasah bukan hanya untuk memperoleh prestasi akademik.

Orang tua juga berharap anak dapat tumbuh menjadi pribadi berakhlak dan memiliki masa depan yang baik.

“Setiap anak yang berhasil kita lindungi, setiap mimpi anak yang berhasil kita tumbuhkan, dan setiap masa depan anak yang berhasil kita selamatkan akan menjadi amal jariah yang tidak pernah berhenti mengalir,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disergap di Depan Istri dan Mertua, Pria di Padang Pariaman Simpan 61 Paket Besar Ganja
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Gagal ke Piala Dunia, Wasit Somalia Ukir Sejarah di Eropa
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Viral Ibu 8 Anak Ogah KB padahal Kondisi Ekonomi Buruk, Netizen: Si Bungsu Beratnya Cuma 2 Kilo!
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Ide Outfit Musim Panas ala Jessica Mila, Stylish dan Effortless Abis
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Menggali Keteladanan Sejarah dan Moral, Strategi PM Indonesia Cetak Pemimpin Muda Unggul
• 11 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.