Hanura usul kursi pertama diberikan caleg nomor urut 1

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Partai Hanura mengusulkan sistem pemilu legislatif dengan mekanisme kombinasi proporsional tertutup dan terbuka, yakni kursi pertama diberikan kepada calon legislatif (caleg) nomor urut satu dan kursi berikutnya berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force DPP Partai Hanura sekaligus Wakil Ketua Umum Hanura Patrice Rio Capella mengatakan mekanisme tersebut memberikan peran kepada partai politik dalam menentukan caleg sekaligus tetap membuka ruang bagi persaingan berdasarkan suara.

"Jadi, ada yang hak partai kemudian juga ada urutan surat terbanyak atau setengah terbuka. Maksudnya adalah kalau misalnya satu partai mendapatkan dua kursi maka kursi pertama diserahkan kepada urutan nomor 1, kursi berikutnya ditutup oleh suara terbanyak," kata Rio dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hal itu disampaikan Rio usai acara konsolidasi Tim Task Force di Batam, Kepulauan Riau, Selasa.

Rio menjelaskan apabila partai hanya memperoleh satu kursi, kursi tersebut diberikan kepada caleg nomor urut satu yang diusulkan partai.

"Kalau cuma dapat satu kursi maka diserahkan kepada orang yang diusulkan oleh partainya pada urut nomor 1," ujarnya.

Sementara jika partai memperoleh dua kursi, caleg nomor urut dua tidak otomatis mendapatkan kursi kedua karena kursi tersebut ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak.

"Jadi, belum tentu nomor 2 itu mendapatkan kursi kedua kalau memang suaranya tidak mengungguli dari caleg yang lain," katanya.

Rio berharap mekanisme kombinasi tersebut memberikan peran kepada partai sekaligus mendorong caleg membesarkan partai.

"Sehingga kombinasi ini diharapkan ada peran partai, juga ada peran dari para calegnya untuk membesarkan partainya," katanya.

Rio mengatakan Partai Hanura akan memperjuangkan sistem tersebut bersama partai-partai nonparlemen.

Baca juga: Anggota DPR sebut RUU Pemilu harus perkuat sistem presidensial

Baca juga: PDIP tetap dorong sistem proporsional tertutup dalam revisi UU Pemilu

Baca juga: Mensesneg: Prabowo minta sistem pemilu pikirkan kepentingan rakyat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UBSI Gathering dan Padel Day, Saatnya Alumni UBSI Kampus Pontianak Kembali Bertemu
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Zainin dan Kampung yang Hilang di Singapura
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Yaqut Pertanyakan Kerugian Negara Rp 622 Miliar dalam Korupsi Kuota Haji: Kita Juga Gak Paham
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Ungkap Tabrak Lari Tewaskan Aiptu Asep di Bandung, Mahasiswa Ditetapkan Tersangka
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Modus Ngaku Petugas KPK, 2 Pria Sekap dan Rampok Lansia di Serpong
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.