NABIRE, KOMPAS.TV – Polisi mengerahkan puluhan personel sebagai upaya antisipasi gangguan keamanan usai terjadi amuk massa di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada Selasa (11/8/2026) malam.
Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah kantor pemerintahan di Ilaga terbakar, menyusul protes soal penyaluran dana desa tahap I tahun 2026.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Puncak, AKBP Domingos De F Ximenes, menjelaskan, puluhan personel dikerahkan untuk mengamankan situasi.
Baca Juga: Ketua TP-PKK Kabupaten Puncak Bagikan Seragam Sekolah dan Perlengkapan Belajar untuk Siswa di Ilaga
"Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat," katanya dalam keterangan yang diterima Antara di Nabire, Selasa.
Saat ini, kata dia, personel Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 dan polsek bersiaga di kawasan perempatan alun-alun, tepatnya di depan Markas Polsek Ilaga.
Ia menambahkan, sekitar 40 personel yang dipimpin Kasat Sabhara bersama sejumlah tokoh masyarakat juga memberikan imbauan kepada massa agar membubarkan diri dan tidak melanjutkan aksi.
"Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif," tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak terbakar saat aksi terjadi.
Baca Juga: Anggota KKB Kodap III Ilaga Ditangkap, Diduga Terlibat Penembakan Karyawan Freeport hingga Tewas
Sejumlah kantor tersebut antara lain Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, DPRD, Disdukcapil, Kesbangpol, Dinas Sosial, dan Kantor Bagian Keuangan.
Selain bangunan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar.
Saat ini, polisi masih mendalami penyebab terjadi aksi anarkis tersebut.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- amuk massa di ilaga
- amuk massa
- kabupaten puncak
- ilaga
- pembakaran
- papua





