Israel Simpan 1.700 Jenazah Warga Palestina, Jadi Alat Kompromi Tukar Tawanan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv, VIVA – Israel menahan jenazah sekitar 1.700 warga Palestina untuk digunakan sebagai alat kompromi pertukaran tawanan ke depannya, meskipun tak ada tawanan Israel yang ditahan Hamas, menurut laporan Haaretz pada Senin 10 Agustus 2026.

Angka tersebut diungkapkan dalam diskusi terbaru di kalangan aparat keamanan Israel, kata surat kabar tersebut dengan mengutip dua sumber anonim.

Baca Juga :
Israel Gempur Lebanon Lewat Serangan Udara, Permukiman Mansouri jadi Sasaran Rudal
RUU Iran Larang Kapal AS-Israel Lintasi Selat Hormuz

Kepala Badan Keamanan dan Intelijen Dalam Negeri Israel (Shin Bet), David Zini, mendukung agar jenazah-jenazah itu tetap ditahan sebagai antisipasi jika ada warga Israel ditawan atau hilang. Sikap itu juga didukung oleh militer Israel, tambah laporan tersebut.

Surat kabar itu menambahkan sebagian besar jenazah tersebut adalah warga Palestina dari Jalur Gaza yang terlibat dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalu maupun di sejumlah pertempuran setelahnya.

Namun, beberapa jenazah lain itu merupakan warga Palestina yang tidak terlibat dalam pertempuran tersebut.

Sementara itu, sejumlah narasumber bidang hukum yang dikutip dalam surat kabar itu mempertanyakan kewenangan Israel untuk menahan jenazah-jenazah tersebut.

Mereka menyatakan Israel tidak memiliki kewenangan untuk menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat pertempuran, kecuali jika otoritas pihak keamanan Israel terlebih dahulu menetapkan kebijakan mengenai hal tersebut.

Pada Oktober 2025, Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang menyatakan Israel menahan sekitar 1.500 jenazah warga Palestina dari Gaza di fasilitas militer Sde Teiman, sebelah selatan Israel.

Militer Israel terus menyerang warga Palestina di beberapa wilayah Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Akibatnya, serangan itu menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

​​​​​​​Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang dalam perang genosida. Perang tersebut juga telah menyebabkan kehancuran besar-besaran dan berdampak pada 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut. (Ant)

Baca Juga :
Netanyahu Tolak 15 Poin Rencana Perdamaian Gaza Usulan Board of Peace: IDF Tak Akan Mundur Sebelum Hamas Dilucuti
Call Center Pemprov DKI Kasih Layani Derek hingga Kendaraan Jenazah Gratis
Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Bulan Kekeringan, Warga Sukamenak Patungan Beli Air Bersih
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 62 Triliun Buat Hadapi Krisis Dunia
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tanggapi Pernyataan Panglima soal Keamanan, TB Hasanuddin Ingatkan Pembagian Tugas TNI dan Polri
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Naik ke Level Tertinggi 9 Pekan, Investor Nantikan Data Inflasi AS
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
MUI Kecam Promosi Miras Berkedok Tantangan Hafalan Alquran
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.