Grid.ID - Gagalnya Jawa Barat masuk ke dalam 10 provinsi dengan kualitas hidup terbaik atau indeks Pembangunan Manusia (IPM) ramai jadi perbincangan publik. Terkait hal itu, Dedi Mulyadi beri respon.
Ya, kali ini Gubernur Jawa Barat itu mengakui memang wilayah yang dipimpinnya itu tidak pernah masuk 10 besar. Dimana hal ini sebagai bukti bahwa kualitas dari manusia, pendidikan, kesehatan, dan kualitas daya beli masih minim.
Mengetahui hal itu, Dedi Mulyadi beri respon yang mengejutkan. Yakni dimana ia tak membantah dan mengakui semuanya.
"Betul, Jawa Barat selama ini IPM-nya, kualitas hidup itu IPM indeks pembangunan manusia, yaitu kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, dan kualitas daya beli," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (11/8/2026).
Bahkan pria yang akrab disapa KDM itu tak mengelak dan mengatakan sudah berpuluh-puluh tahun lamanya Jabar tak pernah masuk sepuluh besar.
"Selama ini memang Jawa Barat memang belum masuk (10 besar) berpuluh-puluh tahun," imbuhnya.
Kendati demikian, pada tahun 2025, Dedi mengatakan kualitas hidup di Jabar sudah mengalami perkembangan. Bahkan pernah masuk IPM tertinggi tingkat nasional.
"Dan di tahun 2025 berdasarkan survei BPS,kenaikan IPM-nya atau kualitas hidup terbaiknya itu justru peringkat pertama nasional, hampir 1 persen kenaikannya," beber Dedi Mulyadi.
Namun tak dipungkiri, IPM yang tinggi tahun 2025 belum serta merta Jabar masuk jajaran terbaik tingkat nasional.
"Tapi kita belum bisa loncat masuk 10 besar," kata KDM.
Karena hal itu, Dedi Mulyadi beri respon permintaan maaf belum bisa membawa Jabar masuk 10 besar.
"Mohon maaf, kita perlu waktu untuk masuk 10 besar," tandas Dedi Mulyadi.
Kendati demikian, Dedi Mulyadi beri respon bahwa ia memiliki harapan agar pembangunan yang terus gencar dilakukan, IPM Jawa Barat terus membaik. (*)
Artikel Asli




