Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.843 per Dolar AS, Melemah terhadap Mayoritas Mata Uang Asia

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. 
 
Tekanan juga terlihat terhadap sejumlah mata uang utama dan regional, menunjukkan posisi rupiah masih berada dalam tekanan di pasar valuta asing.
 
Berdasarkan pemantauan data pasar finansial Investing, mata uang rupiah melemah 0,16 persen atau 27,9 poin terhadap dolar AS ke level Rp17.843,6 per USD.

Pelemahan rupiah tersebut terjadi seiring dengan penguatan tipis dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik 0,03 persen ke level 99,730.
 
Tekanan terhadap rupiah tidak hanya terlihat terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang Asia juga tercatat menguat terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini.
 
Ringgit Malaysia menguat 0,13 persen terhadap rupiah ke level Rp4.360,61 per MYR. Yuan Tiongkok juga naik 0,12 persen ke posisi Rp2.645,21 per CNY.
 
Sementara itu, yen Jepang menguat 0,10 persen ke level Rp112,00 per JPY. Baht Thailand naik 0,07 persen menjadi Rp538,185 per THB, sedangkan dolar Singapura menguat 0,06 persen ke posisi Rp13.936,31 per SGD.
 
Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan terhadap sebagian besar mata uang regional.
 
Namun, rupiah tercatat menguat terhadap won Korea Selatan. Nilai KRW/IDR turun 0,15 persen ke level 12,6040, yang berarti rupiah menguat terhadap mata uang Negeri Ginseng tersebut.
 
Sementara itu, euro relatif stabil terhadap rupiah dengan pergerakan 0,00 persen di level Rp20.581 per EUR. Dolar AS Masih Jadi Tekanan Utama Pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global. Meski penguatan DXY relatif terbatas, dolar AS tetap berada pada level yang memberikan tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.
 
Kondisi tersebut tercermin dari posisi rupiah yang kembali bergerak di atas level Rp17.800 per dolar AS. Di sisi lain, pasar komoditas menunjukkan penguatan harga emas dunia. Harga emas (XAU/USD) naik 0,61 persen atau 26,76 poin ke level USD4.394,91 per troy ounce.
 
Penguatan emas mencerminkan masih tingginya minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global.  Namun, bagi pasar domestik, pergerakan rupiah terhadap dolar AS dan mata uang regional tetap menjadi perhatian utama investor pada perdagangan hari ini.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jambore Nasional Pramuka 2026 Dimulai Besok, Ini Tema dan Logonya
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Yakin Transjakarta Bisa Kelola Transportasi Kepulauan Seribu
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Mengingat Jahitan Fatmawati di Balik Sang Saka Merah Putih
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Bappeda Kota Kediri Perkuat Pelaporan Aksi Bangda untuk Percepat Penurunan Stunting
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Israel Simpan 1.700 Jenazah Warga Palestina, Jadi Alat Kompromi Tukar Tawanan
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.