Cerita Megawati Datangi Prabowo, Nyatakan PDI-P Tak Akan Masuk Kabinet

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengaku  menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa PDI-P tidak akan masuk kabinet pemerintahan Prabowo.

Megawati mengatakan, partainya telah memutuskan pilihan untuk berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang, meski bukan berarti PDI-P menjadi oposisi pemerintah.

"Makanya saya katakan, 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk', saya datang benar, ngomong baik-baik, ‘saya tidak akan’, ditawari untuk masuk, 'saya tidak masuk ke kabinet pak, terima kasih banget,"  kata Megawati dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10 s.d. 17 Juli 1945, Senin (10/8/202), dikutip dari YouTube BPIP.

Baca juga: Dengar 1 Juta Orang Pintar Nganggur, Megawati: Nanti Diambil Negara Lain, Jangan Ketawa...

"Saya akan berada di luar sebagai penyeimbang', dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu! enak saja!'" kata Megawati melanjutkan.

Mulanya, Megawati memaparkan pandangannya mengenai sistem pemerintahan Indonesia.

Dia mengingatkan bahwa Indonesia menganut sistem presidensial.

Megawati lantas mempertanyakan anggapan yang menyebut dirinya berada dalam posisi oposisi.

Padahal, menurut dia, istilah oposisi tidak dikenal dalam sistem presidensial.

Baca juga: Megawati ke Kader-kadernya: Jangan Pernah Jauh dari Rakyat

"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, loh kok saya selalu diomongin oposisi, memangnya ada? di dalam sistem presidensial, No oposisi, tidak ada koalisi. Silakan baca kalau tidak percaya," kata Megawati.

Megawati kemudian menyinggung pihak yang masih mempertanyakan istilah “penyeimbang”, sikap politik yang diambil oleh PDI-P.

Dia bahkan menyebut pihak-pihak tersebut sebagai buzzer.

"Saya bilang penyeimbang, terus ada yang bilang buzzer 'penyeimbang apa?', goblok ini si buzzer, enggak pernah baca dia," kata Megawati.

Baca juga: Megawati: Kita Sudah 81 Tahun Merdeka, Kalau Gak Dipelihara, Lalu Gimana?

Megawati pun mempertanyakan alasan dirinya tidak boleh mengambil posisi sebagai penyeimbang.

Menurut Megawati, posisi penyeimbang membuat dirinya tetap dapat menyampaikan pendapat terhadap kebijakan pemerintah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia akan mendukung kebijakan yang dianggap benar, tetapi tetap menyampaikan kritik jika terdapat hal yang dianggap tidak benar.

"Artinya apa, kalau benar saya benarkan, kalau enggak tentu masa saya enggak boleh ngomong, terus mau dijadikan apa?" ujar Megawati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pabrik Bingkai di Duren Sawit Jaktim Kebakaran, Kini Proses Pendinginan
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Tragis! Lansia 92 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Purworejo
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Enam Karateka Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hari Gajah Sedunia, Tantangan Upaya Menjaga Populasi
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Perdagangan Lintas Negara Macaca Capai Puluhan Ribu Ekor Tiap Tahun, Untuk Apa?
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.