Warga Bulak Barat Depok Masih Menanti Jembatan ke Pasir Putih Diperbaiki Usai Banjir Surut

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Banjir yang melanda Kampung Bulak Barat, Cipayung, Depok, Jawa Barat, kini telah surut.

Namun, warga masih menanti jembatan penghubung menuju Kelurahan Pasir Putih kembali bisa dilalui.

Ketua RT 04 RW 08 Bulak Barat, Effendi mengatakan, banjir di wilayah tersebut sudah surut sekitar lima bulan lalu karena musim kemarau.

Terlebih, beberapa pekan terakhir pemerintah Kota Depok juga tengah melakukan normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir kembali terjadi.

Baca juga: Setelah Hampir 4 Tahun Terendam Banjir, Kampung Bulak Barat Depok Mulai Mengering

Sejumlah alat berat dikerahkan oleh Dinas PUPR Kota Depok agar dasar sungai dapat diperdalam sehingga sungai dapat menampung volume air lebih banyak.

"Surutnya sekitar lima bulan kemarin. Antisipasi ya termasuknya sekarang ini pemerintah kota cepat tanggap," ujar Effendi saat ditemui, Selasa (12/8/2026).

KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Ketua RT 04 RW 08 Bulak Barat, Effendi saat menunjuk titik yang dulunya terdapat jembatan yang menghubungkan Kampung Bulak Barat dengan Kelurahan Pasir Putih, Depok.

Namun meski genangan telah surut, jembatan yang menghubungkan Kampung Bulak Barat dan Pasir Putih belum dapat digunakan.

Padahal jalan tersebut merupakan akses alternatif warga untuk bepergian ke kedua wilayah mengingat dua wilayah tersebut dipisahkan oleh Kali Pesanggrahan.

Effendi menyebut, warga yang hendak menuju Pasir Putih kini harus memutar melalui kawasan Tanah Merah dan Kampung Benda Barat.

Baca juga: Sukmajaya, Cimanggis, dan Pancoran Mas Dominasi Kasus Kebakaran di Depok

Kondisi itu membuat mobilitas warga menjadi lebih jauh karena yang seharusnya bisa dilalui dengan berjalan kaki, kini hanya bisa diakses dengan kendaraan bermotor karena cukup jauh.

"Yang penting bisa akses jalan ini. Bisa tembus antara Kelurahan Pasir Putih ke Kelurahan Cipayung, jadi masyarakat bisa mobilitas," ungkapnya.

Senada dengan Effendi, Warga Kampung Bulak Barat, Nurjida (60) mengatakan, meski kawasan tersebut sudah kering sekitar dua bulan terakhir, namun jembatan belum juga bisa kembali digunakan seperti sebelumnya.

"Sudah hampir dua bulan (kering), tapi belum bisa dijalanin," kata Nurjida.

Menurut Nurjida, terputusnya akses tersebut juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga.

Dirinya yang membuka warung nasi di ujung jalan menuju titik banjir tersebut turut terdampak.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Teman Pemutilasi di Depok Ketakutan Lihat Bekas Darah di Kontrakan, Lalu Pergi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahas Kematian Sutrimo, Eks Kabareskrim: Kalau Kasus Pembunuhan, Tentunya Harus Ada Alat Bukti
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Jatim Tangkap Pelaku Arisan Fiktif, 140 Korban Rugi Rp71 Miliar
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kronologi Karyawan Diskominfo Kukar Bakar Ruang Rapat, Diduga Kesal Sering Diolok dan Dijadikan Bahan Stiker WA
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Harga Minyak Melandai, Pertamina Lubricants Beri Sinyal Harga Oli Bisa Turun
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Tri Tito Dorong Transformasi Posyandu Perkuat Pelayanan Enam Bidang SPM
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.