Jakarta: Istana Kepresidenan Jakarta menggelar gladi kotor perdana rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu, 12 Agustus 2026. Manuver udara mendapat cacatan evaluasi.
"Misalnya dari sisi koordinat ya, koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli dari sisi podium utama, terutama di mana nanti Bapak Presiden beserta dengan para tamu menyaksikan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga :
Merah Putih Membalut Jakarta, Warga Merindukan Indonesia Bebas KorupsiPrasetyo menyampaikan bahwa evaluasi terkait koordinat manuver demo udara tersebut langsung dibahas bersama tim teknis di lapangan. Langkah ini dilakukan guna memastikan atraksi pesawat dan helikopter berada tepat di titik sentral pengamatan tamu negara.
Selain pertunjukan udara, perhatian tertuju pada kesiapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Prasetyo menjelaskan perlunya penyesuaian teknis lantaran lanskap Halaman Istana Merdeka memiliki perbedaan signifikan dibanding lokasi pemusatan latihan sebelumnya.
Salah satu kendala teknis yang dihadapi anggota Paskibraka di lapangan ialah ketebalan rumput Istana. Kondisi ini dinilai memengaruhi ketepatan langkah baris-berbaris.
"Biasanya adik-adik kan setelah sekian lama berlatih di tempat yang agak berbeda dengan yang sekarang. Contohnya adalah tebal rumput di halaman Istana," ucap Prasetyo.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Metro TV/Kautsar Widya Prabowo.
Ia menilai kondisi permukaan lapangan menjadi aspek krusial yang harus segera diadaptasi oleh seluruh jajaran pengibar bendera agar penampilan tetap optimal saat hari pengibaran. "Nah di Istana cukup tebal jadi butuh sedikit penyesuaian," kata Prasetyo.
Merespons kendala tersebut, para tim pelatih Paskibraka mengajukan permohonan penambahan porsi latihan mandiri di luar jadwal resmi. Pihak Istana pun memberikan izin penuh demi menyempurnakan performa pasukan.
"Kami sebagai penanggung jawab kami akan izinkan meskipun di luar jadwal yang awal," tutur Prasetyo.




