Keluarga Sedih Makam Mertua Seniman Djaduk Dirusak Juru Kunci di Yogya

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Meski sudah ada mediasi dan perdamaian, perasaan sedih masih dirasakan keluarga mendiang seniman Djaduk Ferianto. Makam mertua Djaduk di Makam Kuncen Lama di Pakuncen, Kota Yogyakarta, dirusak juru kunci makam.

Juru kunci yang memotong nisan itu disebut sengaja merusak agar ahli waris mencari dirinya dan memberikan sejumlah uang jasa perawatan makam yang biasanya.

"Ya tidak (ikhlas) lah (makam dirusak). Saya kaget bapak saya meninggal tahun 71, baik-baik saja. Kok kemarin itu saya menemukan makamnya rusak, kan kaget sekali. Dan saya ke sana dengan Ibu saya yang sudah sepuh, kan pasti beliau kloro-loro (sakit hati) gitu loh, "Loh makam suami saya kok jadi kayak gini", gitu sih," kata Petra Ferianto, istri Djaduk, ditemui di Kantor Kelurahan Pakuncen, Rabu (12/8).

Lebih sedihnya lagi, juru kunci yang diketahui berinisial S ternyata sengaja melakukan perusakan agar ahli waris menemuinya.

"Selama ini kalau saya ke makam tidak pernah ketemu, tidak pernah ada yang bisa saya temui sehingga saya tidak bisa memberikan tanda kasih lah kalau apa yang dibilang, uang lah gitu ya. Lha saya akan memberikan ke mana," katanya.

Dalam mediasi kemarin, akhirnya Petra memutuskan membayar Rp 500 ribu sebagai 'utang' atas jasa bersih-bersih ke juru kunci, membayar Rp 50 ribu untuk perbaikan makam yang dirusak juru kunci, dan akan membayar uang bulanan Rp 100 ribu. Padahal tak ada aturan tertulis soal pungutan ini.

"Kesepakatannya kalau kemarin-kemarin dianggap saya tidak membayar okelah itu saya anggap utang saya, tak saur lah, saya bayar. Saya minta dikembalikan lagi kondisi makam bapak saya, terus daripada di kemudian hari juga enggak ketemu lagi, saya menawarkan bagaimana kalau saya langganan per bulan. Gitu, saya menawarkan kalau per bulan Rp 100 bagaimana," katanya.

"Beliau keberatan karena dihitung per hari sebulan 30 hari, 100 dibagi 30 hari itu jadi seharinya hanya berapa gitu kan. Oke, nanti saya tanya-tanya dulu ke peraturannya bagaimana," ujarnya.

Petra berharap ke depan jangan sampai terulang lagi peristiwa ini. Cukup hal ini dialami keluarganya saja.

"Mediasinya yaitu per bulan saya akan membayar beliau (juru kunci) tapi besarannya saya sesuaikan dengan yang peraturan yang ada," katanya.

Sementara itu, soal pungutan, Lurah Pakuncen Budhi Riyanto mengatakan hal itu merupakan kearifan lokal.

"Makam Kuncen Lama ini memang dikelola secara kearifan lokal oleh para juru kunci-juru kunci. Jadi, tanggung jawab dan pengelolaannya memang ada di beliau-beliau," kata Budhi ditemui kantornya, Rabu (12/6).

Soal uang bulan ke juru kunci ini menurut Budhi juga tidak ada peraturannya. Katanya praktik ini sudah turun temurun.

"Ya itu diserahkan kearifan lokal. Kearifan lokal ya memang nanti biar dari juru kunci sendiri," katanya.

"Itu memang dari turun-temurun, kami dari pihak pemerintah itu baru akan menata setelah peraturannya mungkin ada. Karena selama ini kan memang baru ada perdanya nggih. Nanti kita menunggu peraturan yang lebih mendetail tentang pengelolaan makam ini nanti akan coba akan kami tata," katanya.

Budhi mengatakan makam ini menggunakan tanah Sultan Ground atau tanah Kasultanan Yogyakarta. Status makam adalah makam umum yang diurus oleh juru kunci.

"Makam umum kan, jadi pengelolaannya dikelola oleh juru kunci," ujarnya.

"Kewenangannya, memang kalau makam umum itu diserahkan kearifan lokal," tuturnya.

Budhi berencana akan mengumpulkan para juru kunci dengan harapan mereka bisa tertata dan mengatur tarif.

Sementara itu, saat ini kondisi makam mertua Djaduk sudah diperbaiki juru kunci. Kepala nisan sudah kembali terpasang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seekor Macan Kumbang Masuk ke Rumah Warga di Batang, Makan Ayam-Marmut
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
4 Penyidik Malaysia Tiba di Jakarta, Bakal Periksa Pilot Bawa Narkoba
• 10 jam laludetik.com
thumb
Challenge Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras, MUI Minta Polisi Bertindak
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Hari Gajah Sedunia, Tantangan Upaya Menjaga Populasi
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Fikri harap bisa cepat adaptasi dengan lapangan di Kejuaraan Dunia BWF
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.