Presiden Prabowo telah mengusulkan nama Aida S. Budiman sebagai Calon Gubernur Senior Bank Indonesia (BI).
Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia pada Rabu (12/8), Aida merupakan salah satu Anggota Dewan Gubernur kelahiran Bogor pada 1965. Ia mengawali pendidikan dengan menempuh pendidikan bidang Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis Institut Pertanian Bogor pada tahun 1987.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di University of Southern California dan mendapatkan gelar Master di bidang Economics pada tahun 1996. Di samping itu, Aida juga melanjutkan pendidikan di Claremont Graduate University dan mendapat gelar Phd di bidang Ekonomi pada tahun 2001.
Sebelum menjabat sebagai salah satu Deputi Gubernur BI, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan Bank Indonesia, dan sinergi dengan bauran kebijakan nasional periode 2020-2022.
Sebelumnya, ia juga sempat menjadi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter periode 2018 dan juga Kepala Departemen Internasional periode 2014-2018.
Terkait posisinya sebagai Anggota Dewan Gubernur, hal itu diputuskan lewat Keputusan Presiden RI No.147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021. Ia dilantik pada 6 Januari 2022 dan memiliki masa jabatan penuh sampai 2027.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan Mensesneg Prasetyo Hadi sudah mengirim Surpres terkait nama calon petinggi Bank Indonesia (BI). Puan mengatakan, dalam surat itu Presiden Prabowo Subianto mengusulkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri.
"Jadi suratnya itu mengusulkan satu nama terkait dengan calon Gubernur Bank Indonesia yaitu Ibu Destry Damayanti," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/8).
Selain nama Destry, Prabowo juga mengajukan nama calon Deputi Gubernur Senior BI dan Deputi Gubernur BI.
"Dan satu calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yaitu Ibu Aida S Budiman, dan dua nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yaitu satu Bapak Solikin M Juhro dan yang kedua adalah Bapak M Anwar Bashori," ungkap Puan.




