Mentrans Iftitah: Kampus Masuk Kawasan Transmigrasi, Ilmu Jadi Solusi, Masyarakat Naik Kelas

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com — Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong perguruan tinggi menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang penerapan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. 

Dia berharap, kehadiran kampus mampu menjawab persoalan nyata, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan sumber pendapatan dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan Iftitah saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (11/8/2026). 

Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kuliah, jurnal, atau laboratorium, tetapi harus hadir dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Tidak ada jalan lain selain menghadirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam transformasi transmigrasi. Harus ada banjir ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan kawasan transmigrasi,” kata Iftitah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Gandeng Universitas Peking, Kementrans Gali Inspirasi Pembangunan dari China

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendorong pengembangan kampus satelit dengan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai living laboratory atau laboratorium hidup. 

Melalui konsep tersebut, mahasiswa dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dapat melakukan riset, menguji pengetahuan, serta menghasilkan inovasi berdasarkan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Kolaborasi itu dapat mencakup berbagai bidang, mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, ekonomi, teknologi hingga lingkungan.

“Bukan hanya kesehatan dan kedokteran. Kami ingin menghadirkan berbagai disiplin ilmu di kawasan transmigrasi, salah satunya melalui Tim Ekspedisi Patriot,” ujar Iftitah.

Ia mencontohkan pengembangan komoditas kopi. Menurut Iftitah, untuk menghasilkan kopi berkualitas dengan nilai jual tinggi, masyarakat membutuhkan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan sejak pembibitan, perawatan, pemetikan, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.

Pendekatan serupa dapat diterapkan pada berbagai komoditas unggulan di kawasan transmigrasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dengan demikian, kekayaan alam tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Baca juga: Kementrans Ajak Kadin Investasi di Kawasan Transmigrasi

Masyarakat harus ikut menikmati investasi

Iftitah menekankan, pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.

“Kalau di sana tumbuh kegiatan ekonomi, ekosistemnya juga harus dibangun. Masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton ketika investasi hadir di tanahnya sendiri,” katanya.

Oleh karena itu, masyarakat perlu dipersiapkan menjadi tenaga terampil, pelaku usaha, pemasok, hingga bagian dari ekosistem ekonomi yang berkembang di wilayahnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Belajar dari China, Pemerintah Ingin Bangun Industri Sesuai Potensi Kawasan Transmigrasi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Hari Ini Masih Berpeluang Menguat, Cermati Analisa 4 Saham Berikut
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
BMKG: Efek El Nino, Sumsel Makin Kering hingga September
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran di Bromo Belum Padam, 2 Titik Api Tersisa di Tebing Curam
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Video : Trump Ungkap Alasan Ganti Pesawat Saat di Turki
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Megawati harap Bamusi jadi ormas perekat umat
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.