PSDKP pantau pergerakan satwa liar buaya muara di perairan Tulungagung

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Tim Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terus memantau kemunculan seekor buaya di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang beberapa kali terlihat melakukan pergerakan pindah lokasi dari Pantai Sidem hingga Popoh.

Koordinator PSDKP Tulungagung Samsul Rijal di Tulungagung, Rabu, mengatakan petugas bersama TNI AL dan Polairud terus berkoordinasi untuk memantau keberadaan satwa tersebut.

"Buaya itu sempat muncul kemudian menghilang dan berpindah-pindah tempat. Petugas rutin melakukan pemeriksaan ke lokasi untuk memantau keberadaannya," katanya.

Dia menjelaskan petugas belum dapat melakukan evakuasi karena buaya lebih sering berada di perairan. Kondisi tersebut menyulitkan proses penangkapan karena buaya memiliki kemampuan berenang dan menyelam serta dapat bersifat agresif.

Baca juga: BKSDA amankan buaya muara di Sungai Mentawa

Selain itu, penanganan satwa tersebut harus dilakukan sesuai prosedur karena termasuk satwa yang dilindungi sehingga evakuasi harus dilakukan dalam kondisi hidup dan tidak dapat dilakukan dengan cara sembarangan.

"Penanganan di laut memerlukan keterlibatan dan pengalaman khusus, termasuk sinergi dengan nelayan lokal. Namun, melihat karakter buaya yang agresif serta mampu berenang dan menyelam, evakuasi tetap sulit dilakukan," ujarnya.

Samsul mengatakan proses evakuasi akan lebih memungkinkan apabila buaya tersebut berada di daratan.

Oleh karena itu, petugas saat ini memprioritaskan pemantauan untuk mengetahui pola kemunculan dan pergerakan satwa tersebut.

PSDKP Tulungagung juga belum dapat memastikan jenis maupun asal-usul buaya karena belum melakukan identifikasi secara langsung.

Petugas sejauh ini hanya melakukan pemantauan dari daratan saat buaya muncul di permukaan.

Dia menjelaskan terdapat kemungkinan satwa tersebut buaya muara dengan habitat di kawasan muara Sungai Niyama.

Namun, kemungkinan lain juga masih terbuka karena sebelumnya informasi mengenai buaya yang lepas dari pemeliharaan di wilayah pesisir Malang.

"Kami belum bisa melakukan identifikasi secara langsung karena buaya ini lebih sering berada di perairan daripada di daratan. Untuk sementara kami melakukan pemantauan dan koordinasi," katanya.

Petugas mengimbau masyarakat, khususnya warga dan nelayan, di kawasan pesisir selatan Tulungagung, tidak mendekati atau berupaya menangkap buaya apabila kembali terlihat dan segera melaporkan kemunculan kepada petugas.



Baca juga: BBKSDA Batam evakuasi buaya 2,5 meter di Dam Duriangkang

Baca juga: DKP DIY pastikan satu buaya di Sungai Progo ditangkap tim gabungan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MA 14 Tahun Raih WTP, BPK Dorong Menuju Government 5.0
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil Lab
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Pangkas Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Jadi 8 Persen
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Kalimat Orang Cerdas secara Emosional saat Menghadapi Konflik
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
OJK Sebut Pembiayaan UMKM Capai Rp1.948,72 Triliun hingga Juni 2026
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.