Ringkasan Berita
- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka Sekolah Prameswati yang diikuti 250 remaja putri.
- Program tersebut menjadi ruang bagi remaja untuk mengenali diri, menggali potensi, dan mempersiapkan masa depan.
- Mbak Wali mendorong remaja putri berani mencoba hal positif, konsisten, terus belajar, dan tidak takut gagal.
- TP PKK Kota Kediri menghadirkan materi edukatif melalui tema Aku Berdaya, Aku Berkarya, dan Aku Sehat.
Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka Sekolah Prameswati (Pendidikan Remaja Putri Menuju Self Management Wanita Positif) di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Shine Beyond Limits: Membangun Remaja Putri yang Berakhlak, Percaya Diri, Mandiri dan Siap Berkarya” ini menjadi ruang bagi remaja putri untuk mengenali diri, menggali potensi, dan mempersiapkan masa depan.
Sekolah sehari tersebut diikuti 250 remaja putri Kota Kediri. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Gambiran dr. Dibya Arfianda dan Ustadz Darwis. Materi yang diberikan dirancang untuk mendorong peserta lebih memahami aspek pengembangan diri, kesehatan, karakter, serta kesiapan menghadapi masa depan.
Mbak Wali mengapresiasi inisiasi Pokja II TP PKK Kota Kediri yang menghadirkan kegiatan edukatif tersebut. Ia meminta para peserta memanfaatkan kesempatan untuk aktif belajar dan menggali pengetahuan dari para narasumber.
“Perlu diingat, di sini pun sebenarnya juga sekolah. Jadi sekolah ini bukan hanya di ruang kelas, tetapi di luar pun saat ini kita juga sekolah. Apalagi yang akan memberikan ilmu pengetahuan kepada adik-adik ini orang-orang yang luar biasa, jarang sekali adik-adik bisa mendapatkan kesempatan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Vinanda, masa remaja merupakan fase penting untuk mengenali diri sekaligus mulai menggali potensi yang dimiliki. Ia menilai setiap remaja memiliki minat dan bakat yang dapat dikembangkan apabila diberikan ruang dan keberanian untuk mencoba.
Media sosial, lanjutnya, juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan karya. Namun, pemanfaatannya perlu diarahkan pada kegiatan yang positif dan sesuai dengan kemampuan maupun ketertarikan masing-masing.
“Sekarang juga banyak remaja-remaja yang memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan potensinya. Ini luar biasa sekali dan Mbak Wali percaya adik-adik juga punya aktivitas lainnya yang sesuai dengan minat dan bakat,” tegasnya.
Vinanda juga mendorong para remaja putri tidak terlalu takut ketika belum menemukan bakat atau potensi yang ingin ditekuni. Menurutnya, keberanian mencoba berbagai hal positif menjadi bagian dari proses menemukan kemampuan diri.
“Walaupun adik-adik mungkin galau dan bingung memiliki bakat atau potensi apa saat ini, adik-adik harus berani mencoba apa pun yang disenangi, yang penting hal baik. Lalu konsisten, insyaallah bisa berhasil. Pesan saya jangan takut gagal, dan belajar terus,” pesannya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh melalui Sekolah Prameswati dapat menjadi bekal bagi peserta untuk tumbuh menjadi remaja putri yang berakhlak, percaya diri, mandiri, mampu mengenali potensi diri, serta siap berkarya dan menghadapi tantangan masa depan.
Ketua TP PKK Kota Kediri Ning Faiq mengatakan, Sekolah Remaja Putri Sehari menjadi salah satu bentuk kepedulian dan kontribusi TP PKK Kota Kediri dalam mempersiapkan generasi muda, khususnya remaja putri. Program tersebut diarahkan untuk membentuk pribadi yang sehat, percaya diri, mandiri, berkarakter, sekaligus mampu mengembangkan potensi.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, pola pikir, kepercayaan diri, dan cita-cita. Karena itu, remaja putri perlu memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi, berekspresi, serta mengenali potensi yang dimiliki.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta mendapatkan bekal yang tidak hanya bermanfaat untuk hari ini, tetapi juga menjadi modal dalam menjalani kehidupan di masa depan. Kegiatan ini diikuti oleh 250 remaja putri, dengan rangkaian materi dan aktivitas yang dirancang secara edukatif, interaktif dan inspiratif, meliputi tema Aku Berdaya, Aku Berkarya dan Aku Sehat,” jelasnya.
Ning Faiq juga berpesan agar para peserta tidak menunggu sampai merasa sempurna untuk mulai berkarya. Menurutnya, keberanian untuk memulai dapat menjadi langkah awal bagi remaja dalam mengembangkan kemampuan dan mewujudkan cita-cita.
“Mulai dari sekarang, dari apa yang kalian punya, dan dari apa yang kalian bisa. Karena masa depan Kota Kediri, bahkan masa depan bangsa, ada di tangan generasi muda hari ini,” tuturnya.
Ia berharap Sekolah Remaja Putri Sehari tidak hanya menjadi tempat mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang yang menyenangkan bagi peserta untuk berbagi pengalaman, membangun persahabatan, dan menemukan potensi diri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kota Kediri, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syamsul Bahri, kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, Ketua Kadin Kota Kediri Novianti Handayani, anggota TP PKK Kota Kediri, serta remaja putri Kota Kediri.
Melalui Sekolah Prameswati, Pemkot Kediri bersama TP PKK berupaya memberikan ruang pembelajaran bagi remaja putri agar lebih siap mengenali dirinya, mengembangkan potensi, dan berani mengambil peluang. Pesan untuk terus belajar dan tidak takut gagal diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menentukan arah masa depannya. [nm/ian]




