Bayar Utang Negara Rp10.293 Triliun, Purbaya: Kita Bersihkan Cara Mengumpulkan Pajak

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Komposisi utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp8.966,79 triliun atau sekitar 87,1 persen, dan pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun.

Bayar Utang Negara Rp10.293 Triliun, Purbaya: Kita Bersihkan Cara Mengumpulkan Pajak. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Posisi utang pemerintah per akhir Juni 2026 tembus Rp10.293 trilun atau setara 41,26 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Komposisi utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp8.966,79 triliun atau sekitar 87,1 persen, dan pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun atau sekitar 12,9 persen. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, salah satu strategi pemerintah untuk membayar utang tersebut melalui pembenahan pengumpulan pajak melalui sistem core tax, serta mengoptimalkan penerimaan bukan pajak seperti pemanfaatan dividen BUMN. 

Baca Juga:
Purbaya soal Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI: Kerja Sama Baik, Enggak Ada Masalah

"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat. Terus kita akan efektifkan tax collection kita. Bukan naikin pajak ya, tapi kita bersihkan cara kita beroperasi mengumpulkan pajak," katanya saat ditemui usai Sidang debottlenecking di Kantornya, Rabu (12/8/2026). 

Menurut Purbaya, jumlah akumulasi utang negara itu seharusnya bisa lebih turun lagi di akhir tahun, sehingga diharapkan bisa makin menjauhi batas maksimal rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 60 persen.

Baca Juga:
Penerimaan Pajak Tumbuh 23 Persen hingga Juli, Purbaya: Masih Aman untuk Capai Target 2026

"Kan belum berakhir tahunnya, nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa. Harusnya sih akan bisa turun lagi sedikit. Dan kalau kita lihat kan, masih di bawah 60 persen, jauh," kata dia.

Selain penarikan pajak, Purbaya juga mengatakan sebagian keuntungan Danantara direncanakan akan ditarik ke kas negara. Tujuannya agar meningkatkan efisiensi penerimaan negara dari luar pos pajak. 

Baca Juga:
Soal Isu Reshuffle, Bahlil Sebut Hak Prerogatif Presidan dan Purbaya Pilih Fokus ke APBN

"Ada ide Presiden untuk menempatkan sebagai keuntungan Danantara untuk cadangan Pemerintah, sehingga itu yang bisa mengurangi utang kita juga. Nanti kita tentukan bentuknya ke depan," uja dia. 

Total utang pemerintah yang terakumulasi hingga Rp10.293 trilun hingga Akhir Juni lalu mengalami peningkatan sekitar Rp373,27 triliun dibandingkan posisi akhir Maret 2026 lalu sebesar Rp9.920 triliun. 

Adapun APBN pada paruh pertama 2026 mengalami defisit 0,76 persen terhadap PDB. Pendapatan negara hingga akhir Juni tercatat Rp1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara tembus Rp1.656 triliun. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DKI beri sanksi Rp10 juta kepada penyedia jasa angkut sampah nakal
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
GC Thailand Raih Sertifikasi Halal Indonesia untuk 137 Produk Resin Plastik
• 58 menit lalupantau.com
thumb
Telusuri Penyebab Kematian, Polda Metro Jaya Gelar Ekshumasi Jenazah Sutrimo di Banyumas
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Cristiano Ronaldo Punya 5 Anak sebelum Nikahi Georgina, Siapa Saja Ibunya?
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Guna Perkuat Keselamatan dan Pelindungan Santri, Kemenag Susun Pedoman Safeguarding Pesantren
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.