Air Sungai Danube Surut Drastis, Bangkai Kapal Perang Dunia II Bermunculan

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Seorang pria berjalan di pasir, di samping bangkai kapal perang Jerman era Perang Dunia II yang muncul ke permukaan akibat kekeringan di Sungai Danube yang berada di antara Rumania dan Serbia, dekat Prahovo, Serbia, Selasa, 4 Agustus 2026. (Sumber: AP Photo/Darko Vojinovic)

PRAHOVO, KOMPAS.TV - Permukaan air di Sungai Danube, sungai terpanjang kedua di Eropa, surut begitu rendah akibat kekeringan dan cuaca panas yang melanda benua tersebut.

Surutnya air sungai membuat puluhan bangkai kapal perang Jerman dari era Perang Dunia II bermunculan dan terlihat jelas.

Pemandangan ini menjadi perhatian di tengah krisis gelombang panas musim panas. 

Menyusutnya air Sungai Danube hingga rekor terendah juga telah memaksa pembangkit-pembangkit listrik berada di ambang penutupan, sementara pemerintah di seluruh Eropa Tengah dan Timur mengambil langkah-langkah untuk menghemat daya listrik.

Di tengah sungai yang memisahkan Serbia dan Rumania tersebut, tepatnya di dekat pelabuhan Prahovo, Serbia, sebuah lambung kapal yang berkarat kini terlihat jelas bersama tiang kapal yang patah, tempat di mana bendera Nazi dahulu berkibar.

Baca Juga: Viral Cara China Lawan Cuaca Panas Ekstrem, Gedung-Gedung Semburkan Kabut Air

Kapal-kapal tersebut, yang beberapa di antaranya masih sarat dengan bahan peledak dan amunisi, merupakan bagian dari armada Laut Hitam Jerman Nazi. 

Kapal-kapal ini sengaja ditenggelamkan sendiri oleh pasukan Jerman saat mereka mundur dari Rumania ketika pasukan Soviet maju semakin dalam ke Eropa mendekati akhir perang.

Para sejarawan mencatat, hingga 200 kapal perang Jerman ditenggelamkan pada September 1944 di dekat Prahovo di jurang Sungai Danube saat berada di bawah tembakan pasukan Soviet. 

Alasan di balik penenggelaman ini adalah untuk memperlambat pergerakan pasukan Soviet di kawasan Balkan. Namun, Jerman Nazi menyerah beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Mei 1945.

Pemandangan kapal-kapal perang tua ini menjadi pengingat bahwa pemerintah Serbia, dengan bantuan keuangan dari Uni Eropa, telah lama berusaha mengatasi keberadaan bangkai kapal tersebut. 

Beberapa sempat diangkat dari sungai oleh otoritas Komunis Yugoslavia, namun sebagian besar tetap berada di dasar sungai karena bahaya amunisi dan bahan peledak yang masih tersimpan di dalamnya.

Baca Juga: Dari Badai Petir Hingga Kebakaran, Eropa Kewalahan Hadapi Gelombang Panas Ekstrem

Namun kini, pihak berwenang berupaya keras menjaga kelancaran lalu lintas pelayaran di Sungai Danube yang melintasi 10 negara, seiring surutnya air yang menciptakan kondisi navigasi yang berbahaya. 

Para ahli mengaitkan cuaca panas yang tak biasa ini dengan pemanasan global dan faktor lingkungan lainnya.

Krsta Brandic, seorang warga Prahovo, mengatakan penurunan drastis volume air hampir menghentikan total lalu lintas kapal. 

"Seperti yang Anda lihat, kapal-kapal (besar) sudah tidak bisa lewat lagi," ujarnya, seperti dikutip dari The Associated Press.

 

Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : The Associated Press

Tag
  • sungai danube surut
  • serbia
  • rumania
  • kapal perang
  • Sungai Danube
  • gelombang panas eropa
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim SAR Masih Cari 5 Orang terkait Kebakaran KMP Putri Yasmin
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pimpinan DPR Terima Perwakilan Buruh Bahas RUU Ketenagakerjaan, Oktober Rampung
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ferran Torres Mangkir Latihan di Barcelona, PSG Segera Capai Kesepakatan
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Viral Satu Keluarga Diduga Penipu di Depok Diamankan Polisi
• 27 menit laludetik.com
thumb
Fakta-Fakta Ekshumasi Jenazah Sutrimo di Banyumas
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.