Gedung belum rampung, tiga Sekolah Rakyat di Sulsel belum gelar MPLS

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Makassar (ANTARA) - Pembangunan tiga Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) belum rampung dan dipastikan berpengaruh terhadap kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bagi siswa baru periode 2026-2027.

Adapun tiga sekolah tersebut yakni SRT Wajo, SRT Soppeng, dan SRT Sinjai. Sementara Sekolah Rakyat yang telah menggelar MPLS antara lain SRT Barru, SRT Sidrap, SRT Tana Toraja, SRT Bone, SRT Takalar, dan SRT Makassar.

"Sisa Soppeng, Wajo, dan Sinjai juga yang belum melakukan MPLS. Rencana Agustus ini," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel Malik Faisal, Rabu.

Ketika MPLS telah digelar, lanjutnya, dipastikan Sekolah Rakyat tersebut sudah mampu melaksanakan proses pembelajaran dan memenuhi kebutuhan dasar siswa untuk belajar dan tinggal di asrama. Namun masih terkendala pemenuhan kebutuhan seperti air bersih dan pembangunan gedung sekolah yang belum rampung 100 persen.

Baca juga: Kemensos dan Pemda percepat penyediaan lahan Sekolah Rakyat

Ia menyontohkan di SRT Kabupaten Sinjaimeski telah melakukan penyambutan siswa baru secara simbolis pada 13 Juni lalu, pihak sekolah kembali memulangkan para siswa demi keamanan dan keselamatan siswa selama proses pembangunan sekolah belum rampung.

"Memang pada akhirnya dipulangkan karena berbagai pertimbangan. Area Sekolah Rakyat masih dalam progres pembangunan, sehingga dianggap tidak efektif bagi anak-anak,” kata Kepala SRT Sinjai Rahmat Surianto.

Rencana masuk siswa yang sebelumnya dijadwalkan pada 31 Juli juga kembali ditunda dengan pertimbangan serupa. Setelah melihat perkembangan pembangunan di lapangan, pihak sekolah kemudian menetapkan 15 Agustus sebagai waktu dimulainya kegiatan belajar secara langsung di lingkungan sekolah.

Rahmat menjelaskan sejumlah bangunan yang menjadi fasilitas utama, seperti asrama dan gedung belajar, dinilai fungsional untuk dimanfaatkan. Meski belum seluruh bangunan selesai 100 persen, fasilitas yang sudah siap dianggap cukup untuk mendukung kegiatan belajar siswa.

“Rampung 100 persen untuk beberapa gedung yang siap difungsionalkan. Artinya, tidak semua gedung selesai. Kalau kami harus menunggu semua gedung selesai, mungkin membutuhkan waktu lebih lama, sedangkan anak-anak kami sudah lama tidak ke sekolah,” katanya.

Baca juga: Kementerian PU sebut empat Sekolah Rakyat di Sulsel beroperasi

SRT Sinjai telah menerima 270 siswa tahun ini, termasuk jenjang pendidikan SMA yang tahun sebelumnya tidak ada. Sementara jumlah siswa sebelumnya sebanyak 85 orang pada jenjang SD dan SMP, sehingga total siswa sebanyak 355 orang pada 2026.

Selain itu SRT Wajo juga mengalami hal serupa. Pembangunan gedung sekolah yang belum rampung membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring sembari menunggu pembangunan gedung sekolah rampung.

Hal lainnya yang menjadi kendala adalah pemenuhan air bersih untuk sekolah berasrama tersebut. Musim kemarau dan kontur tanah pada lokasi pembangunan Sekolah Rakyat menjadi sebab sulitnya pemenuhan air di sekolah tersebut.

"Kami terus berupaya berkoordinasi dengan PDAM untuk pemenuhan air di sekolah, apalagi siswa-siswa juga harus segera sekolah dan tinggal di asrama," kata Kepala SRT Wajo Asri.

Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat di Sulsel terkendala pemenuhan air



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kantor Perusahaan Perkebunan di Lampung Tengah Dibakar Massa, Polisi Perketat Penjagaan
• 17 jam lalukompas.id
thumb
BNN Gerebek Kampung Bahari di Jakut, Buronan Pemilik Sabu 98 Kg Ditangkap
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Menhan Sjafrie Cek Kesiapan Yonif TP 899 di Depok, Prajurit Diminta Jaga Keamanan dan Bantu Masyarakat
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Usulkan Aida S Budiman Sebagai Calon Deputi Gubernur Senior BI
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
RI Dapat Rp1,8 Triliun dari GCF, Ke Mana Dana Mengalir?
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.