Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) menglangsungkan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Gedung Samanta Krida UB, Kamis (13/8/2026). Mengangkat tema Jantara Timbuka, orientasi tahun ini diwarnai aksi simbolis dengan membentangkan 1.300 pesan cinta untuk Indonesia.
Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa falsafah Jantara Timbuka dimaknai sebagai kawah candradimuka bagi para mahasiswa baru. Melalui konsep ini, mahasiswa dari beragam latar belakang etnis, budaya, dan daerah dilebur menjadi satu kesatuan akademisi baru yang siap menyongsong masa depan bangsa.
”Kami mengambil tema Jantara Timbuka sebagai simbolisme sebuah kawah. Harapannya, mereka yang datang dari beragam wilayah dan etnis disatukan di sini untuk menjadi manusia baru, generasi penerus bangsa yang akademis dan siap menjaga Indonesia ke depan,” ujar Imron, Kamis (13/8/2026).
Salah satu agenda dalam pembukaan PKKMB FISIP UB 2026 ini adalah penyampaian 1.300 pesan cinta untuk Indonesia. Aksi ini dirancang sebagai wadah refleksi dan pemantik semangat nasionalisme generasi muda di tengah momentum bulan kemerdekaan.
Imron menegaskan, pesan-pesan yang dituliskan mahasiswa baru tersebut mewakili aspirasi jujur anak muda tentang arti kemerdekaan yang hakiki, mulai dari kebebasan dari kemiskinan hingga penyelesaian berbagai persoalan sosial di tanah air.
”Gerakan 1.300 pesan cinta ini adalah upaya mendorong hal positif dari generasi muda. Ini adalah wajah dan suara kalimat dari anak muda yang nantinya bertanggung jawab atas masa depan negeri ini. Kami berharap pesan ini sampai kepada pemangku kebijakan, baik pemerintah pusat maupun seluruh elemen masyarakat, bahwa Indonesia harus kita dorong dengan rasa bangga,” tegas Dekan FISIP UB tersebut.
Ia menambahkan, deretan pesan tersebut menjadi fondasi moral bagi para mahasiswa yang diproyeksikan menjadi pilar utama dalam menyongsong visi Indonesia Emas.
Berbeda dari paradigma pengenalan kampus masa lalu, FISIP UB berkomitmen menerapkan pola pengkaderan yang inklusif dan humanis. Imron menyampaikan bahwa kegiatan fisik PKKMB di tingkat fakultas dilangsungkan secara efisien selama dua hari dengan pembatasan waktu yang ketat demi menjaga kondisi fisik dan mental mahasiswa.
Aktivitas harian dimulai paling cepat pukul 06.00 WIB dan harus berakhir maksimal pukul 16.30 WIB. Langkah ini diambil untuk mengikis tradisi lama yang dinilai kurang produktif dan berpotensi memicu kelelahan berlebih.
”Kami melakukan reformasi agar tradisi yang kurang baik digeser dan tidak dianggap benar secara terus-menerus. Mahasiswa didik secara lebih humanis. Kegiatan sore maksimal selesai setengah lima agar tidak terlalu malam,” jelasnya.
Maba UB bawa pesan cinta untuk bangsa (Foto: Dani Alifian)Setelah agenda dua hari ini usai, proses pendampingan tidak langsung berhenti. FISIP UB menyiapkan kelanjutan program berupa Krida Mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa baru khususnya yang berasal dari luar Malang Raya diajak untuk lebih cepat mengenali lingkungan sosial dan geografis di sekitar kampus maupun wilayah Malang secara luas melalui kegiatan sosial berdampak langsung ke masyarakat.
Fisip UB juga terus memperkuat komitmennya sebagai kampus inklusif. Pada tahun akademik 2026, fakultas ini menerima sebanyak 11 mahasiswa baru penyandang disabilitas dengan beragam kondisi ragam disabilitas.
Imron mengungkapkan bahwa mahasiswa difabel yang diterima memiliki potensi besar di berbagai bidang, mulai dari penggiat media sosial hingga atlet berprestasi.
”Prinsip inklusivitas itu penting dan harus terus ditegakkan sebagai sandaran bersama dalam berpikir dan bertindak. Tahun ini kami menerima 11 mahasiswa disabilitas. Potensi mereka luar biasa, ada yang aktif sebagai content creator di TikTok, bahkan ada yang merupakan atlet renang berprestasi di tingkat Paralimpik,” ungkapnya.
Di sisi lain, terkait kehadiran jajaran tokoh nasional, pimpinan fakultas mengonfirmasi bahwa Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, yang sebelumnya dijadwalkan hadir memberikan pembekalan ekonomi, terpaksa berhalangan hadir akibat agenda mendadak bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pihak fakultas berencana menjadwalkan ulang agenda kuliah umum tersebut di kesempatan berikutnya agar mahasiswa tetap mendapatkan wawasan strategis mengenai dinamika perekonomian nasional. (dan/aje)




