Kumpul meraih penghargaan Best Facilitator dalam ESG Award by Kehati untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Penghargaan tersebut diserahkan pada 6 Agustus 2026 di Jakarta atas peran Kumpul dalam membangun ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan sumber daya, jaringan, dan peluang untuk mengembangkan usaha. Pengakuan ini hadir di tengah upaya Indonesia memperkuat hubungan antara investasi berkelanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat.
ESG Award by Kehati adalah penghargaan yang diselenggarakan Yayasan Kehati untuk mengapresiasi berbagai pihak yang berkontribusi terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Bagi Kumpul, prinsip ESG perlu diterjemahkan ke dalam dukungan yang dapat digunakan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis, mengelola keuangan, mengembangkan produk, dan mengambil keputusan.
“ESG menjadi fondasi bagi perusahaan untuk membangun bisnis yang tangguh, dipercaya, dan relevan dalam jangka panjang.” ujar Ongki Kurniawan selaku Anggota Dewan Juri ESG Award 2026 by Kehati melalui keterangan tertulis, Kamis (13/8).
Melalui ESG Award, imbuhnya, pihaknya ingin mengapresiasi organisasi yang tidak hanya menghasilkan kinerja bisnis yang baik. Melainkan juga menunjukkan kepemimpinan dalam menciptakan dampak yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Didirikan pada 2015, Kumpul berperan sebagai ecosystem enabler yang memfasilitasi early-stage enterprises melalui sinergi B2G, B2B/CSR, dan donor internasional. Sejak 2022, Kumpul aktif mengintegrasikan kerangka ESG melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, ketahanan penghidupan terhadap perubahan iklim, kesetaraan gender, serta transformasi digital yang etis dan bertanggung jawab.
Kumpul menghubungkan bisnis tahap awal, UMKM, komunitas, perusahaan, instansi pemerintah, investor, serta mitra pembangunan melalui tiga pilar utama, yaitu KUMPUL Ecosystem, Kumpul Advisory, dan Kumpul Innovation Lab. Ketiganya mencakup pengembangan kapasitas, akses pasar, pendampingan, kesiapan bisnis, riset terapan, serta koneksi pembiayaan.
“Bagi kami, ESG bukan sekadar framework pelaporan, tetapi cara membangun ekosistem yang memungkinkan lebih banyak solusi berdampak bisa bertumbuh,” ujar Faye Wongso selaku Chairperson dan Founder Kumpul.
Ia menjelaskan, selama ini Kumpul dikenal sebagai Super Connector. Pihaknya berperan sebagai fasilitator, inkubator, dan akselerator yang menghubungkan startup, UMKM, pemerintah, korporasi, hingga investor.
Kumpul memastikan inovasi tidak berhenti di tahap ide, tetapi benar-benar menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat dan lingkungan.
"Penghargaan ini menjadi validasi bahwa membangun kolaborasi lintas sektor adalah salah satu cara paling efektif untuk mempercepat implementasi ESG di Indonesia," ujarnya.
Sepanjang 2025 hingga Mei 2026, Kumpul menjalankan 14 inisiatif yang selaras dengan prinsip ESG dengan fokus kepada pertumbuhan ekonomi inklusif, ketahanan penghidupan terhadap perubahan iklim, dan kesetaraan digital. Berbagai inisiatif tersebut menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat melalui program pelatihan, masterclass, dan workshop di berbagai daerah di Indonesia.
Komitmen terhadap literasi dan pengembangan pengetahuan turut diwujudkan melalui penerbitan tujuh publikasi riset, termasuk Kumpul Impact Report 2025 dan studi kasus pembiayaan responsif gender.
Salah satu inisiatif tersebut adalah EmPower II, kolaborasi UN Women, United Nations Environment Programme, dan Kumpul. Program ini menerapkan skema de-risking bagi lebih dari 400 usaha ultra mikro perempuan di NTT dan NTB, serta direplikasi di Jawa Barat dan Jawa Timur untuk mendukung adopsi teknologi cerdas iklim.
Kumpul juga terlibat langsung dalam memfasilitasi kesiapan bisnis dari tiga impact-driven startup yaitu Nexmedis, Waterhub, dan DoctorTool hingga mendapatkan pendanaan senilai lebih dari US$3,3 juta.
Ke depan, Kumpul menargetkan penguatan perannya sebagai jembatan antara solusi dan investasi berdampak. Peran ini dikembangkan melalui inisiatif lanjutan, termasuk eksplorasi skema catalytic financing dan de-risking mechanism untuk membantu pelaku usaha membangun kesiapan organisasi, mengurangi risiko, dan terhubung dengan berbagai sumber pendanaan.
Penghargaan ini menjadi kesempatan bagi Kumpul untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menghubungkan lebih banyak peluang investasi berdampak dengan solusi berdampak.
Bagi Kumpul, pengalaman bekerja dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha juga membuka ruang untuk terus belajar dan bertukar perspektif, termasuk dalam mendorong praktik inklusi sosial.
Kumpul berharap dapat terus berkolaborasi dan bertukar pengalaman dengan Yayasan Kehati dalam mendorong agenda ESG yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung ekosistem usaha yang berpihak pada masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi.




