Pantau - Kolombia akan menerima bantuan tim pencarian dan pertolongan dari Amerika Serikat, Israel, Ekuador, dan El Salvador untuk memperkuat operasi evakuasi setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah Choco dan menimbulkan ratusan korban jiwa.
Kepala Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia David Tamayo mengatakan permintaan bantuan internasional mulai diformalkan setelah personel lokal bekerja tanpa henti selama beberapa hari di daerah terdampak paling parah.
"Kami mulai meresmikan dukungan, permohonan, dan imbauan bantuan kepada tim SAR dari Amerika Serikat, El Salvador, Ekuador, dan Israel," kata Tamayo.
Tim Internasional Perkuat Operasi PenyelamatanTamayo menjelaskan tim SAR dari luar negeri akan memperkuat sekaligus menggantikan sebagian personel penyelamat Kolombia yang telah bekerja nonstop sejak gempa terjadi.
Kedatangan bantuan internasional dinilai penting karena gempa telah merusak berbagai fasilitas vital dan menghambat akses menuju sejumlah lokasi bencana.
Puluhan fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara jaringan air bersih di sejumlah wilayah turut terputus.
Gempa tersebut juga memicu tanah longsor di kawasan pegunungan yang menimbun permukiman warga serta memblokir sejumlah jalur utama menuju lokasi terdampak.
Korban Tewas Capai 265 OrangPresiden Kolombia Abelardo de la Espriella pada Rabu mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai 265 orang.
Sebanyak 3.494 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan 496 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di tengah luasnya kerusakan dan sulitnya akses menuju sejumlah daerah terdampak.




