Prof Aslinda: Kali Pertama Penerimaan Maba UNM Terintegrasi Program Sarjana hingga Doktoral

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk kali pertama menerapkan sistem penerimaan mahasiswa baru secara terintegrasi di tingkat universitas, mulai jenjang sarjana (S-1), magister (S-2), hingga doktoral (S-3).

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari inovasi akademik UNM untuk membangun tata kelola penerimaan mahasiswa yang lebih sistematis, tertib, transparan, dan terintegrasi.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Andi Aslinda, menyampaikan hal itu dalam acara penerimaan mahasiswa baru Program Pascasarjana UNM di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM, Kamis (13/8/2026).

“Tahun ini untuk pertama kalinya penerimaan mahasiswa baru di UNM Makassar dilaksanakan secara terintegrasi di tingkat universitas, yang mencakup penerimaan mahasiswa baru jenjang S-1, S-2, dan S-3,” kata Aslinda yang disambut aplaus hadirin.

Untuk penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana tahun ini, UNM membuka penerimaan melalui lima gelombang pada sembilan fakultas.

Pada gelombang pertama tercatat 233 peserta diterima, gelombang kedua 289 peserta, gelombang ketiga 464 peserta, dan gelombang keempat 109 peserta. Sementara gelombang kelima dikhususkan untuk program studi baru Fakultas MIPA, yakni Program Studi Matematika Terapan, yang menerima empat mahasiswa.

Berdasarkan rekapitulasi keseluruhan proses penerimaan, sebanyak 1.306 mahasiswa dinyatakan lulus. Jumlah tersebut terdiri atas 1.008 mahasiswa jenjang S-2 dan 296 mahasiswa jenjang S-3.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.125 mahasiswa telah melakukan pembayaran dan registrasi. Aslinda menyebut capaian tersebut menjadi hal yang patut disyukuri sekaligus tanggung jawab bagi UNM untuk memastikan mahasiswa yang telah memilih kampus tersebut memperoleh layanan pendidikan yang baik.

Pada Fakultas Ilmu Keolahragaan, tercatat 48 mahasiswa S-2 dan 53 mahasiswa S-3. Fakultas MIPA menerima 234 mahasiswa S-2 dan 39 mahasiswa S-3.

Selanjutnya, Fakultas Ilmu Pendidikan mencatat 175 mahasiswa S-2 dan 22 mahasiswa S-3. Fakultas Bahasa dan Sastra sebanyak 104 mahasiswa S-2 dan 36 mahasiswa S-3.

Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum menerima 86 mahasiswa S-2 dan 54 mahasiswa S-3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 59 mahasiswa S-2 dan 11 mahasiswa S-3. Sementara Fakultas Psikologi menerima 72 mahasiswa S-2 dan Fakultas Seni dan Desain sebanyak 33 mahasiswa S-2.

Fast Track

Selain penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana, UNM juga menghadirkan inovasi akademik melalui Program Fast Track. Program tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk mempercepat masa studi dari jenjang S-1 ke S-2.

Melalui program ini, mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 dalam waktu lima tahun atau 10 semester.

“Tahun ini terdapat 60 mahasiswa yang mendaftar Program Fast Track dan setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 11 mahasiswa dinyatakan lolos,” ujar Aslinda.

Mahasiswa yang mengikuti program tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain memiliki IPK minimal 3,51 dan telah menyelesaikan sedikitnya 132 SKS pada akhir semester enam. Peserta juga diwajibkan memenuhi persyaratan TOEFL dan Tes Potensi Akademik (TPA).

Aslinda menegaskan, pemenuhan IPK dan jumlah SKS belum otomatis membuat mahasiswa dapat mengikuti Fast Track. Persyaratan TPA dan TOEFL juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi.

Selain persyaratan akademik mahasiswa, program studi S-1 dan S-2 yang dipilih harus linear atau serumpun. Kedua program studi juga harus memenuhi persyaratan akreditasi unggul.

Mahasiswa yang lolos Program Fast Track juga mendapatkan keringanan biaya berupa potongan 50 persen pembayaran selama menempuh pendidikan di jenjang S-2.

“Dengan seleksi yang ketat dan dukungan tersebut, kita berharap Program Fast Track benar-benar menjadi ruang bagi mahasiswa unggul untuk berkembang lebih cepat, tetapi tetap dengan kualitas akademik yang terjaga,” katanya.

Kurikulum Baru

Pada tahun akademik 2026, UNM juga menerapkan kurikulum baru bagi mahasiswa baru di seluruh jenjang pendidikan, mulai S-1, S-2 hingga S-3.

Kurikulum tersebut disusun berdasarkan arahan revisi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Sebanyak 143 program studi di UNM telah melakukan revisi kurikulum dan mulai menerapkan kurikulum baru pada tahun akademik ini.

“Alhamdulillah, seluruh program studi di UNM yang berjumlah 143 program studi telah melakukan revisi kurikulum dan insya Allah kurikulum baru tersebut mulai digunakan pada tahun akademik ini,” kata Aslinda.

Dari kurikulum tersebut lahir mata kuliah penciri UNM yang diterapkan secara serentak bagi mahasiswa baru angkatan 2026.

Untuk jenjang S-2, mata kuliah penciri tersebut yakni Inovasi Sains, Teknologi dan Seni serta Inovasi Kewirausahaan. Sementara untuk jenjang S-3, mata kuliah pencirinya adalah Interdisiplin Sains, Teknologi dan Seni serta Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan.

UNM juga telah merevisi Peraturan Akademik Nomor 2 Tahun 2025 sebagai bagian dari penyesuaian terhadap arah kebijakan penjaminan mutu berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Khusus mahasiswa baru tahun akademik 2026, masa studi jenjang S-2 ditetapkan empat tahun dengan beban minimal 45 SKS. Adapun jenjang S-3 memiliki masa tempuh lima tahun dengan beban minimal 52 SKS.

“Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya kita untuk memastikan proses pendidikan berjalan secara terencana, terukur, berkualitas, dan mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” pungkasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM dalam Operasi Keamanan di Kembru yang Tewaskan 12 Warga
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Naura Ayu Ungkap Persiapan Menuju Cerita Penuh Cahaya Live Showcase
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
KPK Sita Emas 1,3 Kg dan Uang Rp100 Juta Terkait Kasus KPP Banjarmasin
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
SDM Indonesia Dituntut Adaptif Hadapi Percepatan AI
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Anjlok 1,18%, Asing Lepas Saham Indonesia hingga Rp 1,18 T di Sesi I
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.