Prabowo: Keberhasilan Bangsa di Era Modern, Mampu Kuasai Sains dan Teknologi

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menilai keberhasilan suatu bangsa di era modern sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai sains dan teknologi. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk menopang keberlangsungan kehidupan bangsa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8).

"Hari ini adalah menurut pendapat saya salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut," kata Prabowo.

"Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil," sambungnya.

Prabowo mengatakan Indonesia merupakan negara yang sangat besar sekaligus memiliki kekayaan alam yang melimpah. Namun, besarnya potensi tersebut terkadang membuat masyarakat tidak menyadari seberapa besar kekuatan yang dimiliki Indonesia.

"Negara kita sangat besar. Kadang-kadang saking besarnya kita tidak sadar berapa besar negara kita. Dan negara kita sangat kaya. Saking banyak kekayaan kita, kadang-kadang kita enggak sadar betapa kaya kita," ujarnya.

Menurut Prabowo, penguasaan teknologi juga dapat membantu Indonesia mengetahui secara cepat potensi sumber daya alam yang dimiliki.

"Sumber-sumber alam yang diberikan kepada kita oleh Yang Maha Kuasa sungguh sangat luar biasa. Dengan teknologi juga kita bisa cepat mengetahui cadangan-cadangan kekayaan alam kita," katanya.

Prabowo menilai Indonesia saat ini sudah semakin matang sebagai negara maupun bangsa. Dia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang relatif muda karena baru memproklamasikan kemerdekaan pada 1945.

"Sekarang kita sudah lebih matang sebagai negara, sekarang kita sudah lebih matang sebagai bangsa. Kita termasuk bangsa yang relatif muda. Tahun '45 kita proklamasikan kemerdekaan kita tapi dilanjutkan perang," tandas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
‘Pedestrian Overthinking’ di Kota Tua, Pramono Minta Segera Diperbaiki
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Akses Keuangan Makin Luas, Literasi Masyarakat Belum Sejalan
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pengacara Dokter Tifa Klaim Tak Ada Perintah Hakim untuk Perbaiki Dakwaan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Mendobrak Watak Megalomania Universitas
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Respon Keluarga Keisya Levronka Usai Mediasi dengan Pihak Kampus Adiknya Deadlock
• 9 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.