Grid.ID - Baru-baru ini, kronologi tambang emas Marisa Gorontalo longsor masih menjadi perbincangan publik. Akibatnya, 5 orang korban meninggal dunia.
Ya, tambang emas yang terletak di Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo ini dikabarkan longsor. Video terkait kronologi kejadian ini pun beredar di jagat maya sejak Rabu (12/8/2026).
Dikutip dari TribunGorontalo pada Kamis (13/8/2026), Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Bumi Panua, Pohuwato, dr. Dian Ikagustina Tambunan membenarkan bahwa terjadi longsor di tambang emas Marisa. Ia juga membenarkan bahwa terdapat 5 orang korban meninggal dunia.
Dia mengatakan bahwa korban sudah meninggal dunia saat dirujuk ke rumah sakit. Jenazah pun tiba sekira pukul 04.00 WIB.
"Lima korban sudah dalam kondisi meninggal saat dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 04.00 subuh," ujarnya.
Setelah mendapatkan penanganan, jenazah pun akhirnya dipulangkan ke keluarga. Dian mengungkap bahwa semua jenazah sudah dipulangkan pukul 07.00 WIB.
"Jam 7 sudah clear semua, Pak. Korban sudah diantarkan ke rumah masing-masing," lanjutnya.
"Iya masih ada satu orang yang dirawat di RS," jelasnya.
Lalu, bagaimana kronologi kejadian ini? Awalnya, hal ini diketahui dari video yang viral di jagat maya.
Dalam video itu, tampak pekerja yang menjadi korban dalam longsor itu. Saat itu, jumlahnya belum diketahui.
Amal Yusif Ladoni menyebutkan bahwa terdapat 5 orang korban dalam kejadian ini. Ia memperlihatkan foto lokasi kejadian yang gelap dan berlumpur.
"Lima korban ya Allah kejadian di tambang Marisa," ujarnya.
Akan tetapi, orang lain menyebut bahwa terdapat 4 korban meninggal dunia. Menurut penjelasan orang dalam video tersebut, korban merupakan warga Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.
"Telah meninggal dunia 4 orang warga desa Bendungan Mananggu, di tambang Marisa tertimbun tanah longsor," jelasnya.
Informasi detail mengenai kejadian ini pun belum dapat dipastikan. Namun pihak rumah sakit menjelaskan bahwa terdapat 5 orang korban meninggal dunia.
Kejadian serupa dengan kronologi tambang emas Merisa Gorontalo longsor juga pernah terjadi. Dikutip dari Kompas.com pada Kamis (13/8/2026), tambang emas yang terletak di Kabupaten Bone Bolangi, Gorontalo juga mengalami longsor.
Kejadian nahas ini terjadi pada Senin (8/7/2024) lalu. Akibatnya sebanyak 11 orang penambang menjadi korban dan meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo Heriyanto menyebutkan bahwa sebanyak 11 orang meninggal dunia. Sedangkan, 3 lainnya masih berada di lokasi kejadian.
"Hingga Senin (8/7/2024) pagi ini, korban meninggal sebanyak 11 orang. 8 orang yang ditemukan sebelumnya sudah di evakuasi, 3 masih di lokasi," Jelasnya.
Longsor ini dipicu oleh hujan deras yang berlangsung sejak hari Sabtu (6/7/2024) lalu. Hal ini menyebabkan lokasi penambangan tersebut longsor.
Akibatnya, total 33 orang menjadi korban dalam kejadian ini. Tak hanya itu, satu unit jembatan juga terputus.
Saat itu, beberapa rumah juga terdampak. Bahkan, tim SAR kesulitan untuk menemukan korban. (*)
Artikel Asli




