Karhutla Riau Meluas, Dugaan Pembakaran Lahan Perparah Kebakaran

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Para petugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang kembali membara di Riau sebagai dampak fenomena El Nino. Medan yang berat di dalam hutan dan minimnya sumber air menyulitkan petugas memadamkan api.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Ferdian Krisnanto, Kamis (13/8/2026), mengatakan, saat ini ada lima lokasi karhutla di lahan gambut Riau yang tengah dipadamkan petugas. Dua titik berada di Kabupaten Kampar dan masing-masing satu titik di Rokan Hilir, Bengkalis, dan Indragiri Hulu (Inhu).

“Saat ini yang agak berat kami hadapi adalah di (Desa) Sungai Guntung Hilir, Indragiri Hulu. Itu lumayan luas lokasinya dan kondisi bahan bakarnya padat, lokasi masih semi hutan,” kata Ferdian ketika dihubungi dari Padang, Kamis.

Jika di empat lokasi lain estimasi luas lahan terdampak berkisar 2 hektar hingga puluhan hektar, di Sungai Guntung Hilir, kata Ferdian, luasnya diperkirakan lebih dari 100 hektar. Jumlah petugas Manggala Agni yang diturunkan ke lokasi itu juga lebih banyak, yakni empat regu dengan masing-masing regu terdiri dari 15 orang. Adapun di titik lain, jumlahnya berkisar 1-2 regu.

“Khusus Sungai Guntung Hilir, masih dalam perjuangan. Lokasi yang lain kepala api mulai bisa dijinakkan. Kepala api dipotong, penyebarannya akan langsung melambat. Potensi melebarnya api bisa jadi sudah putus. Untuk Sungai Guntung Hilir, akses ke kepala api sulit, ini butuh waktu,” ujarnya.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Sumatera VII Rengat Muhammad Ilham Sidik mengatakan, Kamis ini memasuki hari ke-11 timnya memadamkan kebakaran di Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Inhu. Petugas tengah berupaya menyekat kepala api yang dalam dua hari terakhir mulai masuk ke dalam hutan.

“Kepala api belum tersekat sepenuhnya, masih ada beberapa spot yang kami sekat, saat ini progres 65-70 persen kepala api bisa kami kendalikan,” kata Ilham.

Ilham menyebut, masuknya api ke dalam hutan menyebabkan penyebarannya melambat dibandingkan ketika api berada di wilayah semak belukar. Petugas pun bisa segera mengejar untuk mengendalikan kepala api.

Akan tetapi, lokasi yang berada di kawasan hutan juga mempersulit akses kendaraan. Petugas pemadam mesti melangsir peralatan dengan berjalan kaki sekitar 10 kilometer. Sumber air untuk pemadaman di lokasi kebakaran juga mulai mengering. “Wilayah kami sudah 17 hari tanpa hujan,” kata Ilham.

Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, untuk membantu proses pemadaman karhutla di Riau, pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Sejak akhir Juli 2026, sebanyak 12 ton garam (NaCl) telah disemai untuk memicu hujan.

Meski demikian, OMC tidak menjangkau semua lokasi karhutla. “OMC kan tergantung potensi awan hujan. Sampai sekarang belum ada yang sampai ke wilayah kami,” ujar Ilham.

Sebagai antisipasi menghadapi medan yang berat menuju lokasi kebakaran, kata Ilham, petugas mendapat dukungan alat berat untuk membuka akses sekaligus membersihkan kanal dan membuat embung-embung air.

Selain itu, untuk lokasi yang sulit ditempuh melalui jalur darat, satgas udara juga melakukan water bombing dengan helikopter. Water bombing dilakukan dua sorti setiap hari, yakni dari pagi hingga siang dan kembali dilakukan pada sore hari.

Dua periode kemarau

Ferdian menjelaskan, musim kemarau di Riau terjadi dalam dua periode. Pertama, pada awal tahun, yakni Februari hingga Maret. Periode kedua berlangsung dari Juli hingga September, bahkan bisa sampai Oktober. Pada periode kedua ini, intensitas karhutla meningkat sejak Agustus.

Berdasarkan analisis citra satelit oleh Kementerian Kehutanan, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup, sejak awal tahun hingga Juni 2026, luas wilayah terdampak karhutla di Riau mencapai 15.738,93 hektar. Angka itu belum termasuk kebakaran terbaru yang luas pastinya belum dapat dihitung karena proses pemadaman masih berlangsung.

Ferdian menyebut, karhutla di Riau dan wilayah lain di Sumatera berpotensi berlangsung panjang hingga Oktober. Sebab, fenomena El Nino tahun ini memicu kemarau panjang.

Bahan bakar api melimpah karena semak dan pepohonan mengering, sedangkan embung-embung yang menjadi sumber air untuk pemadaman juga mengering. Arah angin pun berubah-ubah seiring perubahan tekanan udara. “El Nino mendorong semakin parahnya karhutla,” ujar Ferdian.

Ferdian menyebut, kebakaran di wilayah Riau tidak semata-mata disebabkan faktor alam saat kemarau, tetapi juga terdapat indikasi kesengajaan. Di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, para petugas sempat berjibaku memadamkan karhutla pada Juli lalu.

Akan tetapi, beberapa pekan kemudian, kebakaran kembali terjadi. Lokasinya berada di sebelah dan di depan titik kebakaran sebelumnya. Petugas menemukan indikasi bahwa pembakaran itu sengaja dilakukan untuk menuntaskan pembukaan lahan perkebunan.

“Modus pembakar ini, karena api sebelumnya terlanjur dipadamkan, dia membakar ulang sebelahnya supaya tuntas satu kotak itu. Itu dibuka untuk perkebunan. Tanda-tanda di lapangan sangat jelas. Ada stacking dan bibit yang disiapkan,” ujar Ferdian.

Ferdian pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Semua pihak harus berkaca pada kejadian sebelumnya, seperti pada 2019 dan 2023, ketika wilayah Sumatera diselimuti kabut asap yang membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan adanya upaya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. “Tentunya penegakan hukum juga bisa memberikan efek jera. Selain dengan pendampingan secara kontinyu, perubahan perilaku kadang bisa terjadi dengan paksaan. Harus ada shock therapy untuk memberikan efek jera,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diskominfo Makassar Raih Public Service of the Year 2026 di Ajang Indonesia Marketing Festival
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
GMTD Perkuat Komitmen Sosial di HUT ke-28
• 1 jam laluharianfajar
thumb
BPS Catat Angka Backlog Kepemilikan Rumah Turun 12,3 Persen Pada Maret
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
2 Pengedar Tramadol di Pasar Tanah Abang Ditangkap, Ribuan Obat Keras Disita
• 6 jam laludetik.com
thumb
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.