Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan terhadap langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Hal itu disampaikan Pramono usai mengukuhkan 44 anggota Paskibraka DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/8).
Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh setiap tindakan aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba, termasuk operasi yang dilakukan BNN di Kampung Bahari.
“Jadi Pemerintah DKI Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan narkoba, apa pun yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, terutama BNN, tentunya kami memberikan support sepenuhnya,” kata Pramono kepada wartawan
Pramono menilai operasi pemberantasan narkoba dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.
“Dan ini menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk tidak terjebak ataupun terlibat dalam persoalan narkoba yang pasti tidak akan membawa kebaikan di kemudian hari,” ujarnya.
BNN Amankan ‘Bos Gendut’Sebelumnya, BNN menggerebek kawasan Kampung Bahari pada Kamis (13/8) pagi. Penggerebekan tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan seorang bos peredaran narkoba berinisial MR alias Bos Gendut.
Direktur Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) BNN Roy Hardi Siahaan mengatakan MR lebih dulu dibuntuti dari Kampung Bahari hingga Mangga Besar sebelum ditangkap di sebuah salon kecantikan.
“Semalam kami ikuti dari Kampung Bahari keluar menuju Mangga Besar, yang bersangkutan kita tangkap di salah satu salon kecantikan,” kata Roy kepada wartawan, Kamis (13/8).
Penangkapan Bos Gendut merupakan tindak lanjut operasi penertiban Kampung Narkoba pada Oktober 2025.
Saat itu, dia melarikan diri setelah tersangkut kasus kepemilikan 98 kilogram sabu, uang tunai Rp 1,4 miliar, berbagai logam mulia, serta tujuh pucuk senjata api.
Roy mengatakan BNN juga mengembangkan kasus tersebut ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dari pengembangan itu, BNN telah menyita uang tunai Rp 1,277 miliar dan mengidentifikasi aset dengan nilai sekitar Rp 39,950 miliar.
Setelah menangkap MR, tim gabungan BNN kemudian bergerak ke Kampung Bahari untuk memburu anggota komplotannya.
Dalam operasi tersebut, BNN menyita sejumlah barang bukti, di antaranya narkotika jenis ganja atau gorila, uang tunai, senjata api, samurai, sejumlah peluru, telepon genggam, serta sejumlah aset.
BNN juga menyita dua mobil, salah satunya BMW. Selain itu, terdapat kendaraan Vespa yang turut diamankan.
Dua orang lainnya juga ditangkap dalam penggerebekan tersebut.
Penggerebekan sempat diwarnai perlawanan dari sejumlah masyarakat sekitar. Namun, BNN tetap melanjutkan operasi untuk membongkar jaringan peredaran narkoba di kawasan tersebut.





