Masak Air Jadi Petaka, Dapur Rumah Lansia di Mlandingan Situbondo Terbakar

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

Situbondo (beritajatim.com) — Aktivitas memasak air berujung petaka bagi Nawati, 66, warga Kampung Meraan Timur, Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Dapur rumahnya terbakar setelah tungku yang digunakan untuk memasak air lupa dimatikan.

Peristiwa tersebut terjadi Kamis (14/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Api bahkan merembet ke bagian dapur samping rumah milik Anas (65) yang berada di dekat lokasi kejadian.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, kebakaran diduga bermula dari tungku yang digunakan Nawati untuk memasak air. Tungku tersebut lupa dimatikan sehingga api merembet ke kayu kering yang berada di dekatnya.

“Diduga api berasal dari tungku saat memasak air yang lupa dimatikan. Kemudian merembet ke kayu kering di dekat tungku,” kata Puriyono, Kamis petang.

Saat kejadian, Nawati sedang menghadiri acara di Buduan. Di rumah hanya ada anaknya, Wiji Rina (16) yang disebut memiliki autisme.

Kebakaran pertama kali diketahui Laili Ramadhani, 23, tetangga korban. Saat hendak keluar rumah, Laili mencium bau asap terbakar. Dia kemudian berteriak meminta pertolongan sehingga warga sekitar berdatangan.

Warga langsung bergotong royong berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Sementara warga lainnya menghubungi petugas pemadam kebakaran wilayah Besuki.

Tak berselang lama, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Situbondo yang disiagakan di wilayah Kecamatan Besuki tiba di lokasi. Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus pembasahan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan merembet ke bangunan lain.

“Api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini,” ujar Puriyono.

Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran menyebabkan kerusakan pada dua rumah. Dapur rumah Nawati yang berukuran sekitar 4 x 6 meter mengalami rusak berat. Kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.

Sementara itu, rumah Anas mengalami kerusakan ringan pada bagian atap samping dapur. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp3,5 juta.

“Total kerugian material dari dua rumah diperkirakan sekitar Rp28,5 juta,” kata Puriyono.

BPBD Situbondo selanjutnya akan melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana atau Jitupasna di lokasi kejadian. Penyaluran bantuan logistik juga akan diupayakan bagi warga terdampak.

Penanganan kebakaran melibatkan Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo, satu unit Damkar wilayah Besuki, Tagana Dinsos Situbondo, Kecamatan Mlandingan, Koramil dan Polsek Mlandingan, Pemerintah Desa Sumberpinang, serta warga sekitar.

Puriyono mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan tungku atau sumber api dalam kondisi menyala, meski hanya untuk waktu singkat. Terlebih, material seperti kayu kering mudah memicu kobaran api.

“Pastikan api dan tungku benar-benar sudah dimatikan setelah selesai digunakan. Jangan meninggalkan aktivitas memasak dalam kondisi api masih menyala,” pungkasnya. (awi/ian)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Puncak Ajak Kepala Suku Dialog Perubahan Dana Desa
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Software Berbasis Cloud Makin Populer, Tapi Ada Risiko yang Perlu Diperhatikan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Rano Karno Minta Finalis Abang None 2026 Kenali Jakarta dan Siap Jadi Duta Kota Global
• 1 jam lalupantau.com
thumb
FSP BUMN Bersatu Hadiri Acara Dengar Masukan bagi RUU Ketenagakerjaan
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Warganet RI Banjiri Meme Politik AS: Cari Cuan dari Algoritma, Bukan Politisi
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.